-->

Notification

×

Kolaborasi PGK Jabar dan Mahasiswa Mengabdi Bersama Rakyat

Tuesday, 4 May 2021 | 23:36 WIB Last Updated 2021-05-04T16:37:05Z


Foto: Kolaborasi PGK Jabar dan Mahasiswa Mengabdi. "Pelajaran kehidupan" yang Mungkin Tidak Didapat di Bangku Kuliah.


Nagreg, journalnews.co.id: Sebanyak 25 organisasi Kepemudaan, Mahasiswa dan Komunitas turut meramaikan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Nagreg, Kabupaten Bandung.


Agenda tersebut, digelar mulai dari 13 April - 14 Mei 2021, oleh Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Jawa Barat.


Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadhan 1442 H itu bertajuk 'Membangun Bangsa dari Desa'.


Dimaksudkan, kegiatan tersebut untuk mengembalikan semangat gotong royong antar organisasi.


Tak hanya itu, serta membangkitkan motivasi masyarakat disaat pandemi, yang juga menggali potensi SDM maupun SDA yang ada di masyarakat.


Sekretaris Jenderal PGK Jawa Barat, Ahmad Yani mengatakan, kegiatan pengabdian ini kedua kalinya digelar oleh DPW PGK Jabar. 


"Antusias masyarakat sangat baik, lantaran merasa terbantu dengan kehadiran para pemuda dan mahasiswa. Bahkan permintaan masyarakat maupun perangkat di desa agar kegiatan ini sustainable," kata Ahmad Yani, pada Selasa, 4 Mei 2021.


Menurutnya, Kepala Desa Ciherang, Kec. Nagreg, Kabupaten Bandung pun sangat menyambut baik untuk dilaksanakan kegiatan ini.


"Bahkan, beliau berharap bisa terus bekerja sama untuk kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dianggap perlu untuk memperkenalkam potensi alam kepada masyarakat luas," katanya.


Sementara itu, Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Ahyani mengatakan, banyak pelajaran berharga saat terlibat dalam sebuah kegiatan sosial seperti ini.


"Merasakan kegiatan ini membentuk karakter kedewasaan,  bersama masyarkat banyak belajar semua hal tentang kehidupan yang sesungguhnya baik secara sosial, ekonomi maupun politik," kata Ahyani.


Ahyani juga menyampaikan, 3 poin penting yakni, pertama tajam tidak melukai, cepat tidak mendahului dan cerdas tidak menggurui. 


"Inilah suatu ilmu yang didapatkan, mungkin tak ada dibangku kuliah," sambungnya. (Husni/ AY)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update