-->

Notification

×

OKNUM LURAH TANJUNGPINANG RESMI DITAHAN CABULI PONAKAN SENDIRI

Saturday, 29 May 2021 | 12:21 WIB Last Updated 2021-05-29T05:21:31Z
Gambar: Ilustrasi pencabulan.

Tanjungpinang, journalnews.co.id - Kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum lurah Tanjungpinang Kota inisial ER ternyata kedua korbannya adalah ponakannya sendiri dan Kedua korban pencabulan tinggal satu rumah bersama dirinya.

“Kejadiannya sudah setahun berlangsung, Pelaku melakukan pencabulan terhadap ponakannya sendiri dengan memegang payu dara korban dan memasukan tangan tersangka ke dalam alat kelamin korban, sambil berkata perbuatan ini jangan bilang ke orang-orang, nanti keluarga kita berantakan,”urai Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando S.Ik, saat menggelar konferensi pers, sabtu (29/5/21).

Setelah sekian lama berlangsung perbuatan bejat oknum lurah itu di ketahui pihak keluarga karena curiga terhadap korban. Dengan mengecek hp anaknya ada percakapan antara korban dengan tersangka yang isinya tentang seksual.

“Atas desakan ibunya, Korban mengaku om nya telah melakukan pencabulan atas dirinya. Mendengar pengakuan anaknya, ibu korban melaporkan langsung ke Polres Tanjungpinang,” jelasnya.

Sudah selama setahun lebih menyimpan perbuatan bejat bahkan menurut pengakuan korban kejadiannya pada tanggal 24 April tahun lalu dan sudah sebanyak 15 kali dilakukan terhadap Bunga (13) dan sebanyak 4 kali terhadap Mawar (11).

Awal kejadian Korban pernah bercerita kepada pamannya bahwa dirinya pernah dicabuli gurunya sendiri. Namun sebagai paman bukan melindungi Ponakan namun malah melakukan perbuatan tidak senonoh kepada ponakannya sendiri.

Kini oknum lurah inisial ER (40) ASN bersama barang bukti satu setel baju tidur celana dan satu jilbab dan baju Games, bermasama, Oknum guru SD yaitu guru agama inisial RZI (30) bersama barang bukti baju dan celana milik korban diamankan pihak polisi.

“Ditetapkan dua tersangka dulu, sementara tersangka yang satu lagi menurut pengakuan korban yaitu seorang lagi penjaga toko yang saat ini masih di opname di rumah sakit. Perisrtiwa tempat dan waktu berbeda maka akan dipisahkan berkasnya.,” pungkasnya.

Atas perbuatan para tersangka ditetapkan melanggar Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal atau paling rendah 5 tahun. (LBn)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update