-->

Notification

×

Puluhan Wartawan di Toba Desak Polres Toba Jalankan Program Polri Presisi Secara Maksimal

Friday, 28 May 2021 | 16:43 WIB Last Updated 2021-05-28T09:43:05Z


TOBA, journalnews.co.id - Ada apa dengan Polres Toba, lantaran puluhan wartawan dari berbagai media online, cetak dan elektronik di Kabupaten Toba, mendesak Polres Toba agar maksimal melaksanakan dan menjalankan program “Polri Presisi” agar Polri prediktif, responsif dan transparansi dengan konsep berkeadilan, pelayanan lebih terintegrasi, modern, mudah dan cepat, sesuai amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Hal itu dicetuskan puluhan wartawan Toba, bertempat di pos jaga Polres Toba, Jumat (28/5/2021) sekira pukul 10.30Wib, melalui beberapa tulisan pada kertas karton yang dipampang para wartawan saat memasuki Mapolres Toba.

Aksi puluhan wartawan sangat mendasar, bahwa selama ini untuk mendapatkan informasi dari Kasubbag Humas Polres Toba terkait pengungkapan sebuah kasus berkesan sulit dan lama padahal kasus tersebut sudah menghangat bahkan sudah santer ditengah masyarakat, salah satunya terkait pengungkapan kasus pembunuhan yang baru baru ini menewaskan seorang guru di Kecamatan Bonatua Lunasi Toba pada 24 Mei 2021 lalu.

Untuk menindaklanjuti informasi penanganan kasus itu, pada hari Rabu malam (26/5/2021) lalu, setelah korban dikebumikan, sejumlah wartawan telah mencoba mempertanyakannya ke Polres Toba, sebab dimedsos sudah santer bahwa pelaku pembunuh telah diamankan sebanyak 2 orang.

Untuk mempertanyakan kebenaran informasi dimedsos itu, ke esokan harinya Kamis (27/5/2021) sejak pagi puluhan wartawan kembali menyambangi Mapolres Toba, lagi lagi untuk memperoleh informasi atas kebenaran telah diamankannya terduga pelaku.

“Mohon bersabar, masih dalam pengembangan nanti pasti kita kabari” ujar IPTU. Bungaran Samosir selaku Kasubbag Humas Polres Toba saat itu.

Pernyataan untuk bersabar menunggu hasil pengembangan penyelidikan, juga disampaikan Bungaran Samosir melalui Grup Media Mitra Polres Toba, yang membuat puluhan wartawan akhirnya meninggalkan Mapolres Toba.

Kekecewaan wartawan bertambah, sebab sore harinya beredar informasi bahwa terduga pelaku telah diboyong ke Mapolres Toba, tanpa ada pemberitahuan kepada wartawan melalui grup media mitra Polres Toba, malah yang mempublisnya pun adalah media di Kota Medan, padahal TKP nya di Toba.

Akhirnya puluhan wartawan mendatangi Mapolres Toba pada hari Jumat (28/5/2021) untuk menyampaikan aspirasi secara spontanitas kenapa begitu sulitnya diberi informasi terkait kasus itu, melalui beberapa tulisan pada alat peraga kertas karton diantaranya tulisan Copot Kapolres Toba, Copot Kasat Narkoba, Copot Kasat Reskrim, Polres Toba Diminta Laksanakan Program Polri Presisi dan tulisan lainnya.

WakapolresToba, Kompol Janner Panjaitan, saat menerima puluhan wartawan mengajak untuk mebicarakanya secara persuasif di Aula Harungguan Mapolres Toba, namun hampir satu jam tidak terlihat siapa yang akan ditunggu untuk mengakomodir aspirasi itu, akhirnya puluhan wartawan meninggalkan Aula Harungguan Mapolres Toba.

"Selama ini, kita begitu sulit mendapat informasi terkait pengungkapan beberapa kasus diantaranya kasus narkoba, kasus kriminal dan kasus lainnya. Benar, selama ini kita musti menunggu hingga beberapa hari bahkan bisa juga hingga satu minggu jika ada pengungkapan sebuah kasus, padahal pelaku sudah ada yang diamankan” ujar Hotman, wartawan online di Toba.

“Seharusnya kan, jika sudah ada pelaku yang sudah diamankan mestinya melalui Kasubbag Humas, sebagai corong penyampaian informasi kepada wartawan sudah semestinya tersampaikan untuk menjadi konsumsi informasi kepada publik” pungkasnya. (LBn)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update