-->

Notification

×

Sejarah Bendungan Legendaris Cisuru di Bojongpicung Cianjur

Sunday, 16 May 2021 | 18:32 WIB Last Updated 2021-05-16T11:32:44Z


CIANJUR, journalnews.co.id - Bendungan Cisuru, terletak di Kp. Alun-alun Desa Sukarama Kec. Bojongpicung Cianjur. Kini semakin ramai sebagai objek wisata sejarah yang layak untuk dikunjungi.
Gambar: Masyarakat tengah berenang di sungai bendungan Cisuru.

Akses jalan yang mulai bagus menjadikan wisatawan lokal dapat menikmati keindahan panorama sekeliling bendungan yang dibangun pada masa RAA. Prawiradirdja II Bupati Cianjur (1862-1910) ini.

Bendungan ini disebut juga bendungan Cisokan, menunjukkan betapa mahirnya teknologi Belanda masa itu dalam membuat bendungan yang mampu mengairi air irigasi di Ciranjang, Haurwangi dan Bojongpicung.
Gambar: Bendungan Cisuru atau lebih dikenal bendungan Cisokan.

Saat itu belum menggunakan teknologi besi beton, namun mampu membangun bendungan dan terowongan air sekira sepanjang 125 meter tanpa besi, padahal diatasnya dilalui kendaraan bermotor.

Terowongan air ini setahun sekali dibersihkan dengan ritual khusus berbau klenik yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan teknologi bendungan, yaitu persembahan kambing berbulu hitam untuk Prabu Jaka Susuru Raja putra Prabu Siliwangi yang konon pernah bertahta di Kerajaan Tanjung Singuru persis di Kampung Alun-alun sekarang, yang sisa sisa kerajaannya sudah tidak berbekas.

Pembangunan bendungan ini dulu dalam rangka politik etis Belanda terhadap pribumi atau semacam politik balas budi penjajah kepada yang dijajah.

Namun sayang selama puluhan tahun bendungan itu tak bisa digunakan, hingga sempat mengakibatkan genangan air di mana-mana dan mengundang terjangkitnya wabah malaria hingga menimpa sekira 50 desa dengan korban jiwa yang tidak sedikit pada waktu itu.

Baru saat Jepang masuk Cianjur tahun 1941 s/d 1945 bendungan ini akhirnya bisa dimanfaatkan sebagai irigasi hingga sekarang.

Sebagian sudut bendungan saat dikunjungi wisatawan lokal, di sana juga terdapat terowongan air yang selalu dibersihkan setiap setahun sekali pada tanggal 1 Syuro. (LBn)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update