-->

Notification

×

Kacab BSI Cianjur Dinilai 'Ngelantur' Saat Jawab Pertanyaan Hak Nasabah Bank

Tuesday, 1 June 2021 | 10:25 WIB Last Updated 2021-06-01T03:25:43Z
Gambar: LBH BRAVO dan BRAVO KOMANDO GRUP tengah beraudensi dengan pihak BSI Cianjur.

Cianjur, journalnews.co.id - Kepala Cabang (Kacab) Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Cianjur,  Hilman dinilai sangat Plin-plan serta tak jelas alias ngelantur ketika menjawab Pertanyaan kaitan hak nasabah.

Bermula dari adanya surat pemberitahuan aksi demonstrasi oleh perkumpulan organisasi Bravo Komando grup kepada BSI Cianjur yang di layangkan beberapa hari sebelumnya kepada  pihak Kepolisian Resort Cianjur Jawa barat. 

Namun karena tidak memperoleh izin akhirnya mendapat persetujuan untuk audiensi di kantor BSI Cianjur lantai dua dengan pembatasan skala dan jumlah peserta guna mentaati atau Protokol Kesehatan (Prokes) Covid - 19.

Ketua LBH Bravo Komando, Soliaman Harahap menyatakan keheranannya dengan jawaban dari manajemen BSI Cianjur lantaran dalam audiensi yang diagendakan sudah lama malah memperoleh tanggapan yang dinilai ngelantur alias tidak nyambung.

Menurut penuturannya, yang diminta oleh nasabah merupakan kontrak akad kredit sedangkan Kacab BSI malah menjelaskan poin yang tidak ada sangkut pautnya dengan yang ditanyakan, bahkan Ia berkutat pada UU kerahasian bank yang notabenenya tidak di pertanyakaan oleh nasabah.

"Sebab yang diminta oleh nasabah itukan kontrak akad kredit lalu kenapa jawaban berlindung dibalik UU kerahasiaan Bank" ujar Soliaman ketika dikonfirmasi pada Senin (31/5/21).

"Bukankah sejak seseorang menandatangani kontrak itu tandanya dia sudah jadi nasabah atau konsumen. Bank itu kan tidak akan mencairkan kredit jika salah satu dari suami istri itu tidak menandatangani terlepas atas nama siapa kontraknya," tambahnya dengan tegasnya. 

Ia mencontohkan, jika bank berkewenangan memberikan kesempatan kepada orang yang menandatangi agar terlebih dahulu membaca isi kontrak kreditnya. Lalu jika di kemudian hari nasabah meminta kembali maka akan sangat aneh jika dipersulit oleh pihak bank dengan alasan yang tidak berdasar.

"Jika diminta nasabahnya tentu tidak ada alasan untuk mempersulit nya sebab ada perlindungan hukum buat konsumen untuk memperoleh akad komtraknya. Terlepas apakah hubungan dari pasangan suami istri sudah pisah atau belum". papar pria yang akrab disapa Coki.

Sementara itu Kacab BSI Cianjur, Hilmam bersikukuh jika pihaknya menjalankan aturan UU tentang kerahasiaan Bank untuk menjaga data nasabah, Ia pun membantah jika dituding tidak netral bahkan dianggap tidak nyambung dari jawabanya. 

"Jadi kita bedakan ini berkaitan dengan nasabah walaupun dia itu karyawan disini juga, Saya hanya menjalankan amanah UU bahwa nasabahnya itu hanya Ibu Efi tidak ada yang lain maka akad kontraknya tidak akan diberikan selain kepada nasabah." Dalihnya seraya memperlihatkan pernyataan Efi agar tidak menyerahkan akad kontrak kepada yang lain.

Karna dinilai pihak Bank tidak kooperatif dalam menanggapi persoalan nasabah, Bambang Adi Sudarso yang akrab di panggil Mas Bengbeng selaku Ketua umum Bravo Komando grup akan tetap mempertanyakan netralitas pihak Bank terhadap apa yang di alami anggotanya dalam konteks menuntut hak konsumen untuk meminta berkas perjanjian kontrak kredit yang sudah di tanda tanganinya. 

"Kita akan datang lagi ke pihak BSI, karena jawabannya tidak memuaskan bahkan dinilai seperti sedang membela karyawannya yang notabene merupakan nasabah dalam akad kontrak kredit tersebut" pungkasnya. (Dns/Gun)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update