-->

Notification

×

PA 212 Minta Jaksa Buka Identitas Dua Tersangka Penembak Pengawal HRS

Saturday, 26 June 2021 | 16:14 WIB Last Updated 2021-06-26T09:14:12Z
Gambar: Slamet Maarif, Ketua Presidium Persaudaraan Alumni 212.


JAKARTA, journalnews.co.id - Ketua Presidium Persaudaraan Alumni atau PA 212 Slamet Maarif menantang pihak Kejaksaan agar membuka identitas dua tersangka penembakan laskar FPI pengawal Rizieq Shihab.

"Jaksa segera umumkan dan publikasikan siapa tersangkanya," kata Slamet Maarif saat dihubungi Sabtu, 26 Juni 2021.

Sebelumnya Kejaksaan Agung  mengeluarkan informasi perihal kasus unlawful killing dengan tersangka dua anggota Polda Metro Jaya berinisial FR dan MYO.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan kedua tersangka penembakan anak buah Rizieq itu bakal segera disidangkan.

Leonard menjelaskan pihaknya telah melakukan gelar perkara dan menyatakan berkas perkara baik formal maupun materiil telah terpenuhi atau P21. Atas dasar hal tersebut, Leonard mengatakan tim jaksa penuntut umum (JPU) meminta tim penyidik Bareskrim Polri segera menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti kepada mereka. 

"Upaya ini merupakan penyerahan tahap II dalam penyelesaian proses hukum yang dilakukan Polri," kata Leonard. 

PA 212 kemudian meminta agar tak ada rekayasa politik dalam persidangan terhadap dua tersangka tersebut. Slamet Maarif pun menyinggungh tunutan kepada Rizieq Shihab dalam kasus tes usap palsu di RS Ummi Bogor selama 6 tahun. Namun hakim memutus Rizieq dihukum 4 tahun penjara.

"Kita lihat nanti tuntutannya tinggi mana antara yang membunuh dan yang sekedar berobat ke rumah sakit," ujar Slamet. 


Adapun FR dan MYO dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 56 KUHP tentang Membantu Perbuatan Jahat. Atas perbuatannya itu, mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Peristiwa penembakan terhadap 6 anggota FPI itu terjadi pada Senin, 7 Desember 2020 dini hari sekitar pukul 00.30 di Tol Jakarta - Cikampek KM 50. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran menjelaskan alasan anak buahnya mengambil tindakan itu karena mobil penyidik dipepet dan diserang menggunakan senjata api dan senjata tajam oleh 10 orang anggota FPI. 

Dengan alasan membela diri, Fadil mengatakan anggotanya yang berjumlah 6 orang melakukan penembakan, hingga mengakibatkan 10 dari 6 orang anggota FPI tewas. Sebanyak 4 orang lainnya pun segera melarikan diri dari lokasi. 

Meskipun begitu, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM. Polisi dinilai tidak berupaya untuk mencegah semakin banyaknya jatuh korban jiwa atas insiden pembuntutan rombongan Rizieq Shihab tersebut. (Lbn)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update