-->

Notification

×

Penemuan Mayat di Dalam Sebuah Mobil Gegerkan Warga

Wednesday, 30 June 2021 | 18:00 WIB Last Updated 2021-06-30T11:00:41Z
Gambar: Mayat yang berada di dalam mobil.

Bekasi, journalnews.co.id - Toyota Rush yang dicurigai satpam pada hari Rabu (29/6/21) ternyata berisi jenazah. Adapun lokasinya yakni di kawasan Summarecon Bekasi.

Jasadnya pertama kali diketahui oleh dua orang satpam sekolah di kawasan tersebut.
Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, dua satpam yang menjadi saksi penemuan jasad pria di dalam mobil bernama Agung (42) dan Afus (40).

"Awalnya satpam salah satu sekolah curiga, Mobil Rush terparkir di pinggir jalan depan sekolah sejak pagi pukul 06.00 WIB," kata Erna, Rabu (30/6/21).

Hingga menjelang malam, kendaraan Toyota Rush berwarna putih tersebut tak kunjung beranjak hingga menimbulkan kecurigaan.
Satpam kemudian meminta petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi yang biasa bertugas tidak jauh dari lokasi untuk sama-sama mengecek kendaraan tersebut.

"Sekira pukul 18.00 WIB dibantu petugas Dishub mengecek ke bagian dalam mobil, terlihat di dalam terdapat pria tidak sadarkan diri di jok kemudi," terangnya.

Saksi selanjutnya menghubungi Polsek Bekasi Utara, petugas kepolisian langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Erna menjelaskan, petugas langsung berusaha mengecek dengan membuka pintu kendaraan.
Di dalamnya, kondisi pria pengemudi Toyota Rush sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Posisinya tergeletak ke samping kiri, dengan tidak memakai celana dan terdapat kotoran (BAB) di bagian jok kendaraan," paparnya.

Jasad pria pengendara mobil kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

Setelah diselidiki, pria pengendara mobil diketahui berinsial IN (49), warga KavlingnTaman Wisata Blok E 20, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

"Korban di evakuasi ke RSUD Kota Bekasi, setelah menghubungi keluarga Korban, adiknya mengatakan kalau pengendara tersebut menderita sakit asma , jantung dan diabetes," ungkap Erna.

Keluarga langsung meminta kepada pihak kepolisian agar jasad IN tidak dilakukan visum, sebab, mereka meyakini anggota keluarganya meninggal akibat sakit yang diderita.

"Membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan visum dalam (autopsi), jenazah langsung dibawa kerumah untuk dikebumikan," tutupnya. (Lbn)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update