-->

Notification

×

"Sengkarut" Pariwisata dan Konservasi Alam di Kab. Cianjur, Butuh Fokus Bersama

Saturday, 26 June 2021 | 22:16 WIB Last Updated 2021-06-26T16:04:08Z


Cianjur, Journalnews.co.id - Wisata Alam menjadi Primadona bagi wisatawan lokal dan asing ketika pandemi, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Langkah ini diambil supaya membantu perekonomian Negara yang tengah terpuruk. 


Acara ini terbentuk dari kegiatan pekan lalu yakni Operasi Sampah di jalur pendakian Cibodas dan Curug Cibereum yang dilakukan oleh Mapala Unpi, Unsur dan Stais yang tergabung dalam Aliansi Mapala Cianjur (11/06/2021). Setelah melakukan opsi sampah tersebut Mapala Cianjur mempunyai gagasan bahwa bukan hanya permasalahan sampah saja, dari mulai konservasi dan permasalahan pendaki ilegal. Oleh karenanya dibuatlah Webinar
Dengan konsep Dialog interaktif yang bertemakan Problematika Pariwisata Dalam Lingkungan Hidup.


Adapun narasumber yang mengisi acara Dialog interaktif ini yakni Kabid PTN 1 Wilayah Cianjur Balai Besar TNGGP, Kepala Resort Cibodas, Kepala Desa Cimacan, Kepala Bidang Destinasi Disparpora kabupaten Cianjur dan Kepala Bidang Pemeliharaan DLH Cianjur. 

Semua narasumber memberikan tanggapan senada, "Bahwasanya tempat pariwisata adalah aset Negara yang sepatutnya dijaga, dipelihara oleh masyarakat dan turut mendukung penuh setiap program yang dikeluarkan oleh Lembaga, Dinas dan instansi terkait yang ada sangkut pautnya dengan pariwisata dan lingkungan hidup." Paparnya.

Harapan dari ketua Mahatala Febi Unsur setelah kegiatan Dialog Interaktif ini semua peserta bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat serta bisa membantu mensosialisasikan program Balai Besar Taman Nasional juga Dinas Pariwisata Cianjur. 

“Itukan lebih ke Pendaki cerdas dan juga lingkungan hidupnya, supaya semua pendaki dan para pengunjung di Taman Nasional lebih memperhatikan sampah yang dibawanya, juga menempuh administrasi yang sudah disediakan oleh pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango seperti SIMAKSI dan Tiket Curug Cibereum sesuai dengan tarif yang sudah disepakati pihak balai.” Ujar Ai Supita. 

Tujuan diselenggarakannya dialog interaktif ini untuk menyadarkan setiap para wisatawan lokal/asing sadar akan menjaga lingkungan dan tempat-tempat pariwisata khususnya di Cianjur Umumnya di seluruh Indonesia. 

“Kita ingin mengupas tuntas orang-orang yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan dan juga semena-mena memanfaatkan lingkungan bagi kepentingan dirinya sendiri.” Pungkas Agung sebagai ketua pelaksana. 

Agung pun menegaskan dan menekan, "bagi setiap penyelenggara pariwisata harus bersikap jujur dan adil dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya."

Aliansi Mapala Cianjur akan terus mendukung setiap programnya dan mengawal setiap jalannya pariwisata yang ada di Cianjur terkhusus di TNGGP yang menjadi Ikon Destinasi Cianjur dan kebanggaan bagi Masyarakat Indonesia. (Iki)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update