-->

Notification

×

Tidak Mendapatkan Haknya, Para Buruh Di Cianjur Gelar Aksi Damai

Wednesday, 23 June 2021 | 21:38 WIB Last Updated 2021-06-23T14:38:30Z


Cianjur, journalnews.co.id - Puluhan Buruh pekerja PT. Cianjur Alam Utama (CAU) yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Jebrod, yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur Jawa Barat laksanakan unjuk rasa (UNRAS) damai. Kegiatan berlokasi di depan pabrik guna menyampaikan beberapa tuntutan mengenai haknya yang belum terpenuhi oleh pihak pabrik, Rabu (23/06). 



Aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk ketidakpuasan pekerja. Ini merupakan aksi lanjutan dari sebelumnya, karena sebelumnya sudah beberapa kali audiensi. 




Lokasi aksi juga dilakukan di beberapa tempat dinantaranya, Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) dan  di Pendopo Pemda Kabupaten Cianjur yang saat ini masih belum juga mendapatkan hasil sebagaimana jawaban harapkan oleh para pekerja. Bahkan dari pihak manajemen PT. CAU tersebut tidak pernah datang meskipun diminta hadir dengan secara resmi melalui surat undangan.



"Meskipun pada pelaksanaan Unras  damai tersebut sangatlah dijaga ketat oleh pihak aparat keamanan gabungan dari Kepolisian, TNI, Satpol PP dan juga Dinas Perhubungan, tidak jadi satu alasan atau hambatan bagi para pendemo untuk melakukan orasi karena pada pelaksanaannya para pendemo tetap menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19." ujar salahsatu peserta aksi yang namanya tidak ingin disebutkan. 


"Selang beberapa jam penyampaian orasi yang jadi tuntutan kami belum mendapat tanggapan dan respon dari pihak manajemen pabrik, bahkan seolah di abaikan maka kami menganggap bahwa pihak perusahaan tidak kooperatif. Seolah-olah pabrik tersebut dalam melaksanakan pengoperasian kegiatan produksinya tidak sesuai dengan Undang-undang dan peraturan yang telah di tetapkan, baik itu masalah ketenaga kerjaan ataupun aturan lainnya yang sudah menjadi acuan di kabupaten ini. Jelas salah seorang orator dari SPN Cianjur." tambahnya dengan ekspresi kesal. 



"Selama belum mendapat kejelasan dari pihak perusahaan kami akan tetap memperjuangkan hak kami para buruh, baik itu sisi jam pekerjaan, upah lembur yang selama ini tidak mendapat pembayaran yang seimbang dan tidak ada jaminan kesehatan bagi para buruh. Kami akan tetap mendesak pihak Pemerintah Daerah agar bisa bertindak seadil-adilnya." pungkas orator aksi. 



Pihak media juga tidak diberikan kesempatan untuk mengkonfirmasi kepada pihak manajemen pabrik. 





"Saya merasa ada sesuatu yang berusah a ditutupi oleh pabrik ini. Saat melakukan peliputan saya tidak diperbolehkan masuk untuk melakukan konfirmasi. Bahkan saya dihadang oleh security pabrik di pintu gerbang dan berdalih tidak boleh ada yang masuk. Padahal keberadaan media atau jurnalis di lindungi Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers." ujar salahseorang wartawan dari media media online.




Sampai berita ini diterbitkan, pihak media masih mencoba mengkonfirmasi manajemen pabrik.(Gun/Dns)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update