-->

Notification

×

Apa Kabar Janji Bupati Cianjur dan Jalan Siti Jenab, Kapan Jalan Dibuka Lagi ?

Friday, 2 July 2021 | 14:31 WIB Last Updated 2021-07-02T07:45:09Z



CIANJUR, journalnews.co.id: Menindaklanjuti apa yang dijanjikan oleh Bupati Cianjur Herman Suherman beberapa waktu lalu terkait dengan pembukaan kembali Jalan Siti Jenab, beberapa orang pedagang dan juga warga disekitaran jalan tersebut turut berkomentar. Jalan Siti Jenab termasuk fasilitas publik yang peruntukkan awalnya memang untuk kepentingan mobilitas warga Cianjur dalam menjalankan aktivitas kesehariannya. 


Jalan Siti Jenab sendiri menjadi istimewa karena masuk kategori Jalan Protokol yang keberadaannya tepat di depan Kompleh Pemda Cianjur. Ketika Jalan Siti Jenab ditutup oleh Bupati sebelumnya, banyak warga yang mengeluhkan, bahkan hingga detik ini, alasannya beragam satu diantaranya adalah tersendatnya akses menuju Mesjid Agung guna beribadah, dan warga pengguna Jalan harus berkeliling jauh dengan kendaraannya untuk menuju Pamoyanan ataupun Selakopi jika berangkat dari kawasan Wisma Cianjur (Cikidang, Bomero). Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Haji Misbah yang merupakan warga sekitar dan juga pedagang di kawasan Jl.Siti Jenab.




Foto: Kawasan disekitaran Jl. Siti Jenab yang ditutup oleh Pemda dan bekas bangunan SDN Bujensa yang kian sepi serta nampak kumuh tak terawat. Pesona Cianjur dengan sosok Pahlawan Pendidikan Raden Siti Jenab kian memudar seiring penutupan jalan bersejarah ini.

"Saya dengar rencananya Bupati akan membuka kembali Jalan Siti Jenab, namun hingga saat ini belum terealisasi. Alasannya karena Covid-19 jadi rencana pembukaan jalan tersendat. Saya dan warga lainnya juga berharap Jalan Siti Jenab ini dibuka kembali untuk memudahkan segala aktivitas warga." tutur Misbah dengan nada penuh harap saat diwawancarai oleh awak media JN pada Kamis (01/07) kemarin. 


Hal senada juga dikemukakan oleh Iman Warga Kebon Jambu belakang Alun-alun Cianjur yang juga berjualan Ole-ole Cianjur disekitaran Jalan ini.


"Pokoknya saya setuju jalan ini dibuka kembali untuk umum, kan jalan raya itu tanah wakaf. Kalau alasannya Covid-19 lantas jalan ini belum dibuka, kenapa jalan yang lainnya tidak ditutup saja?." terang Iman dengan nada penuh tanya sekaligus menyayangkan atas sikap Pemda yang belum membuka juga akses jalan tersebut. 


Harapan Misbah dan Iman terkait dengan dibukanya kembali Jalan Siti Jena, pada hakikatnya adalah harapan semua warga Cianjur. Jalan Siti Jenab sendiri merupakan Jalan yang sangat bersejarah dalam perkembangan Cianjur saat ini. Jadi seyogianya kita tidak pernah melupakan jasa-jasa Para Pendahulu CIanjur yang memuliakan Kabupaten ini dengan bersusah payah. Hal isi seperti yang dikemukakan oleh Jajang Jack (28) aktivis Pemerhati Masalah Sosial di Kab. Cianjur.


"Harusnya Pemda melakukan kajian yang matang atas setiap kebijakan yang ditetapkan, terutama untuk kasus penutupan jalan Siti Jenab ini, belum lagi pemugaran SDN Bujensa yang banyak ditentang oleh warga. Cobalah Pemda kedepannya lebih arif lagi dalam mengambil keputusan, utamakan kepentingan rakyat bukan kepentingan kelompok atau pribadi. Kemarin-kemarin Herman Suherman Bupati Cianjur berjanji mau buka lagi jalan Siti Jenab, tapi kok sekarang nggak jelas ya ? padahal balighonya besar-besar di ruang publik." pungkas mantan Ketua HIMAT Bandung Raya ini menegaskan dengan nada penuh tanya. (Dens/ Guns/ Rimba)





No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update