-->

Notification

×

Gerakan Pemuda Daerah Sadarkan Pentingnya Dunia Pertanian

Sunday, 4 July 2021 | 17:01 WIB Last Updated 2021-07-07T09:52:44Z


Sumedang, Journalnews.co.id  – Asep Abdul Qodir Jaelani, salah seorang pemuda dari kabupaten Sumedang, merupakan salahsatu sosok pemuda di kabupaten Sumedang yang memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian. Pemuda yang berasal dari Desa Sukamantri RT 02/03 kecamatan Tanjungkerta kabupaten Sumedang tersebut bisa disebut sebagai sosok yang berbeda dari kalangan pemuda lainnya.


Tidak dipungkiri, pada era saat ini tidak sedikit pemuda yang enggan menyentuh sektor pertanian karena dianggap rendah dan tidak menjanjikan. Jika di lihat dari latar belakang pendidikan, Asep Abdul Qadir Jaelani bukanlah sarjana lulusan Institut Pertanian Bogor dan semacamnya yang wajar saja jika pengabdian setelah selesai masa pendidikannya di dedikasikan pada sektor pertanian.


Asep Abdul Qadir Jaelani justru merupakan sarjana lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djari Bandung jurusan Bimbingan Konseling Islam. Bersama rekan-rekannya, Qadir sapaan akrabnya terjun pada dunia pertanian. Kepedulian Qadir dan rekan-rekan pada sektor pertanian dibuktikan dengan gerakan penyadaran pentingnya pertanian kepada sesama pemuda di daerahnya.

Ketika dimintai keterangan oleh awak media, Qadir mengatakan, "bahwa apa yang saya lakukan bersama rekan-rekan itu adalah sebagai upaya penyadaran bagi para pemuda di kabupaten Sumedang khususnya agar memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian." Tuturnya.

“Yang kami lakukan bersama rekan-rekan disini adalah sebagai upaya penyadaran bagi masyarakat bahwa anak muda harus mau terjun pada dunia pertanian,” kata Qadir.

Lebih lanjut, Qadir mengatakan "bahwa peran milenial sangatlah penting, dunia pertanian jangan sampai ditinggalkan oleh anak muda. Kalau bukan  kita siapa lagi, sektor pertanian ini sangat penting bagi masa depan, jadi jangan ditinggalkan,” jelas Qadir.

Merasa tidak sanggup untuk mencangkul dan mengolah secara mandiri, membuatnya berpikir hingga Qadir melihat ada sebuah peluang yang menjajikan.

Berbekal lahan pertanian yang dimiliki oleh saudaranya, Qadir melihat sebuah peluang bahwa sektor pertanian akan mampu mensejahterakan masyarakat sekitar, minimal akan ada penghasilan yang di dapat.

Qadir mengatakan "bahwa pada mulanya lahan seluas lebih kurang satu hektar tersebut ditanami padi, namun terlihat peluang yang menjanjikan lahan tersebut kemudian ditanami dengan sayuran semisal tomat, cabai, dan lain-lain."

Hal tersebut dirinya lakukan lantaran di tempat tinggalnya belum ada petani yang menyentuh varian sayur-mayur. Upaya yang dilakukan oleh Qadir dan rekan-rekannya tidak sia-sia. Berbekal pengalaman ilmu di dunia perkuliahan, Asep Abdul Qadir Jaelani mampu me-manage dan menciptakan peluang bagi masyarakat sekitar untuk terjun bersama-sama mengolah lahan tersebut dan tentunya mereka pun akan diuntungkan dengan hasilnya nanti.

Ternyata buah dari upaya dirinya dan rekan-rekan tidak sia-sia, selama lebih kurang tiga bulan berbagai macam jenis sayuran yang ditanam, membuahkan hasil. Hasil panen yang didapat selain untuk dikonsumsi, ia jual kepada warga sekitar, juga ke pasar-pasar tradisional sekitar, dengan begitu aktivitas perekonomian pada sektor pertanian berjalan. 


“Hasilnya ada yang kami konsumsi, selain itu juga kami jual ke warga sekitar yang memiliki warung-warung dan kami distribusikan pula ke pasar-pasar di daerah,” pungkasnya. (Husni AB)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update