-->

Notification

×

Korupsi Dana BOS, Kepala Sekolah Dan Bendahara Jadi Tersangka

Friday, 2 July 2021 | 13:06 WIB Last Updated 2021-07-02T06:06:14Z


Manggarai, journalnews.co.id - Tindak pidana korupsi  ternyata tidak mengenal waktu, tempat, dan jabatan. Satu lagi tindak pidana korupsi  terkuak ke permukaan. Dana Bantuan Operasional Sekolah atau yang biasa kita sebut dengan Dana BOS kembali menjadi ladang empuk untuk dikorupsi.

Adalah seorang seorang Kepala Sekolah dan Bendahara di SMP Negeri 1 Reok, Kabupaten Manggarai, diketahui menggarong uang yang semestinya diperuntukkan bagi kebutuhan sekolah tersebut.

Kedua orang ini sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 19 April 2021 karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Selanjutnya pada hari Kamis 1 Juli 2021 telah dilakukan penggeledahan terhadap Kantor Dinas Pendidikan dan BKD Kabupaten Manggarai.

Penggeledahan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Manggarai dipimpin langsung oleh Bayu Sugiri SH., selaku Kepala Kejari Manggarai, Kepala Cabang Kejari Reo dan Kepala Seksi Pidana Khusus, Rizal Pradata ini berhasil menemukan beberapa dokumen.

“Ada beberapa dokumen yang kita temukan di sana tadi, alhamdulilah semuanya kita dapatkan,” kata Kepala Kejari Manggarai, Bayu Sugiri SH, dalam keterangan pers di Kantor Kejari Manggarai pada hari Kamis, 1 Juli 2021.

Sekedar informasi, Dana BOS yang diembat adalah dana Reguler Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019, dan Tahun 2020 di Sekolah SMPN I Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Kepala Kejari Manggarai, Bayu Sugiri SH, lalu menjelaskan secara detail akar masalah dan proses penetapan tersangka  pada Kepala Sekolah dan Bendahara yang menjadi tersangka korupsi Dana BOS ini.

Menurutnya, tersangka dengan inisial HN, S.Pd., yang merupakan Kepala Sekolah bertindak sebagai Penanggung Jawab dan Pengguna Dana BOS.

“Ia ditetapkan sebagai tersangka  berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo Nomor Print-07/N.3.17.8 Fd.1/04/2021 tanggal 19 April 2021 Jo. Penetapan Tersangka Nomor: B-134/N.3.17.8/Fd.1/06/2021 tanggal 25 Juni 2021,” jelas Bayu.

Sementara itu, tersangka kedua berinisial MA, S.Pd., bertindak sebagai bendahara Dana BOS. Penetapan bendahara ini sebagai tersangka sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Kepala Cabang, yakni Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo Nomor Print-38/N.3.17.8/Fd.1/06/2021 tanggal 25 Juni 2021 Jo. Penetapan Tersangka nomor: B-135/N.3.17.8/ Fd.1/06/2021 tanggal 25 Juni 2021.
 
Dalam penjelasan lebih lanjut, Bayu Sugiri SH mengatakan kalau modus operandi yang dilakukan adalah mereka mengadakan kegiatan fiktif bahkan honor untuk tenaga guru dan pegawai dilebih-lebihkan.

Setelah kegiatan fiktif dilakukan, mereka lalu membagi-bagikan uang Dana Bos tersebut kepada para guru dan pegawai dan mark up kegiatan.

Kerugian yang diakibatkan oleh tindak korupsi Kepala Sekolah dan bendahara di SMPN I Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, menurut LHP Inspektorat Daerah Kabupaten Manggarai mencapai hingga ratusan juta rupiah.

“Kerugian keuangan negara yang timbul akibat perbuatan tersangka HN, S.Pd. dan tersangka MA, S.Pd., adalah sebesar Rp.839.401.569,00,” jelas Bayu.

Penetapan tersangka bagi kedua orang ini sudah melalui proses yang semestinya seperti alat bukti yang berhasil dikumpulkan di mana terdiri dari 43 orang saksi.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun penahanannya belum dilakukan karena belum adanya pengambilan keterangan. (Lbn)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update