-->

Notification

×

Warga Kota Cianjur Patuhi PPKM Darurat Jalanan Sepi dan Lenggang

Tuesday, 13 July 2021 | 03:39 WIB Last Updated 2021-07-12T21:12:17Z



Foto: Nampak lengang kondisi jalan di pertigaan Tugu Lampu Gentur Cianjur Pasca Penerapan PPKM Darurat sejak 03 Juli-20 Juli 2021. Kondisi sepi seperti ini nampak terasa hampir di seluruh jalan-jalan protokol di sekitaran Kota Cianjur. Warga mematuhi himbauan Bupati Cianjur untuk tetap mematuhi PPKM Darurat selama 18 hari. Gambar diambil pada 07 juli 2021, pukul 08.30 WIB.


CIANJUR, journalnews.co.id: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selama 18 hari, terhitung dari 03-20 Juli 2021 nampak terasa. Hal ini seperti yang dapat disasksikan dibeberapa titik jalan-jalan protokol di Kabupaten Cianjur yang sepi dan lenggang pasca penerapan PPKM Darurat tersebut. 



Foto: Jalan Selakopi Cianjur sepi dan lenggang, gambar diambil pada 07 Juli 2021

Terlebih kondisi di malam hari, penerapan PPKM Darurat di Kota Cianjur sangat nampak terasa oleh warga. Berdasarkan hasil pantauan awak media yang melakukan penyisiran pada Senin malam (12/07) kemarin.



Foto: Jalan Taifur Yusuf pada malam hari pasca penerapan PPKM Darurat. Gambar diambil pada Senin malam (12/07) kemarin. 

Hal ini seperti yang dikemukakan oleh beberapa orang warga yang tinggal disekitaran Jalan Taifur Yusuf, tepatnya disekitaran Gang Pulo Kota Cianjur. Sebut saja Saepul (27) yang merasakan betul sepinya jalan-jalan protokol di Kabupaten Cianjur setelah pemerintah daerah memberlakukakan PPKM Darurat. 


Foto: Foto: Jalan Pertigaan Dr. Muwardi Bypass pada malam hari pasca penerapan PPKM Darurat. Gambar diambil pada Senin malam (12/07) kemarin. 

"Sepanjang Jalan Taifur Yusuf terasa sangat sepi, biasanya tidak seperti ini. Jaln ini kan termasuk jalan utama di Kota Cianjur, hampir 24 jam lalu-lalang kendaraan di jalan ini. Para pedagangpun tidak ada karena khawatir diamankan oleh aparat ataupun Satgas Covid-19." ungkap pria berkacamata ini menjelaskan.


Foto: Foto: Jalan Taifur Yusuf tepat di depan Bank BRI pada malam hari pasca penerapan PPKM Darurat. Gambar diambil pada Senin malam (12/07) kemarin. 

Hal senada juga dikemukakan oleh Dadeng (46) warga yang tinggal disekitaran Jalan Raya Cianjur atau Jalan Mangunsarkoro yang terbentang dari pertigaan Jalan Bypass hingga pertigaan Sasak Cianjur mengarah ke Jalan Aria Cikondang yang lenggang dan sepi bak jalan mati. 



Foto: Jalan sekitaran Ramayana, tempat yang biasa dijadikan meeting point oleh Satgas Covid-19 pada malam hari pasca penerapan PPKM Darurat. Gambar diambil pada Senin malam (12/07) kemarin. 

"Selama lebih kurang 9 hari pasca penerapan PPKM Darurat jalan yang menjadi sentra ekonomi ataupun pusat perekonomian warga Cianjur ini sepi banget seperti kota mati. Ini kan jalan utama di Kota Cianjur, 24 jam jalan ini selalu dilintasi oleh pengendara biasanya. Jujur saja saya tidak berani keluar sendirian kalau malam, harus ada teman, khawatir ada hal yang tidak diharapkan." tutur pria paruh baya ini dengan nada cemas. 


Foto: Jalan Tengah Mangunsarkoro (Jalan Raya Cianjur) pada malam hari pasca penerapan PPKM Darurat. Gambar diambil pada Senin malam (12/07) kemarin.

Tidak hanya di dua jalan itu saja, kondisi yang sama juga dirasakan dibeberapa ruas jalan utama kota Cianjur pasca penerapan PPKM Darurat tersebut. 

"Warga sepertinya lebih memilih untuk tinggal di dalam rumah dan berkumpul dengan keluarga ketimbang harus keluyuran nggak karuan. Penerapan PPKM di Kota Cianjur terbilang baik, sejauh yang saya pantau sih begitu. Bahkan sayapun sudah tidak buka Kafe lagi khawatir kena razia petugas." tegas Rikiyanto (28) yang juga salah seorang pengusaha Kafe di sekitaran Bojong Herang Cianjur. (Rimba Raya)  

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update