-->

Notification

×

MODUS RENTAL MOBIL TERUS DIGADAIKAN 3 PELAKU PENGELAPAN DIRINGKUS SATRESKRIM

Wednesday, 7 July 2021 | 20:00 WIB Last Updated 2021-07-07T13:11:22Z


Bali, journalnews.co.id - Satreskrim Polres Bangli berhasil mengungkap pelaku kasus penggelapan mobil yang terjadi pada Rabu (30/06/2021).

Pelaku diketahui berjumlah tiga orang, yakni Wayan Eka Suadnya, Ni Luh Putu Ayu Swandewi alias Emi, dan I Nyoman Darmika alias I Made Wijana.

Ketiga pelaku tersebut dihadirkan dalam press release, Rabu (07/07/2021).

Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP Androyuan Elim mengungkapkan, kasus tersebut bermula saat korban bernama I Putu Bala Putra membuat postingan iklan sewa mobil jenis Suzuki Ertiga pada hari Rabu (30/6/2021), melalui akun sosial media Facebook.

Postingan tersebut selanjutnya dikomentari oleh seorang pelaku bernama I Wayan Eka Suadnya, serta mengatakan akan menyewa mobil.

“Kemudian pak Wayan Eka mengajak I Nyoman Darmika untuk bertemu dengan korban. Saat bertemu dengan korban, I Nyoman Darmika menggunakan KTP, yang mana KTP ini sudah dipalsukan oleh Emi menggunakan jasa orang tidak dikenal di media sosial, dan KTPtersebut menggunakan nama I Made Wijana,” ungkapnya.

AKP Androyuan mengatakan, kedua pelaku tersebut mendatangi korban dengan mengendarai sepeda motor.

Modusnya, sepeda motor tersebut dititipkan di tempat korban, untuk mengambil mobil.

Di saat yang sama, Emi melakukan koordinasi dengan seseorang yang akan membeli mobil tersebut.

Transaksinya dilakukan di Circle K yang beralamat di JalanBy Pass Ida Bagus Mantra, Ketewel, Gianyar.

“Pelaku beralasan pemilik mobil membutuhkan dana, sehingga menggadaikan mobil dengan harga Rp. 25 juta. Pada saat itu pelaku menerima uang tunai pembelian mobil sebesar Rp 10 juta, sedangkan sisanya dibayarkan melalui transfer ke rekening Ni Luh Putu Ayu Swandewi alias Emi. Hasil dari penjualan mobil selanjutnya dibagi tiga,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, korban I Putu Bala Putra mengalami kerugian materiil sebesar Rp 160 juta.

AKP Androyuan mengatakan, atas perbuatannya, ketiga pelaku diancam Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

Pihaknya menambahkan, Polres Bangli akan melakukan koordinasi dengan Polres Gianyar untuk penanganannya.

 Hal ini mengingat pada kasus ini juga diketahui adanya pemalsuan KTP.

Sementara Ni Luh Putu Ayu Swandewi alias Emi kepada Kasat Reskrim Polres Bangli mengatakan ia mendapatkan KTP Palsu tersebut dari sebuah grup di sosial media.

Ia membayar fisik satu KTP palsu sebesar Rp 500 ribu, dan transaksi secara COD.

“Mengenai uang penjualan mobil itu digunakan untuk keperluan pribadi membayar utang,” tandasnya. (Lbn)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update