-->

Notification

×

Pemdes Sukasari Karangtengah Diduga Acuh Terhadap Relawan Kesehatan Yang Sudah "Berjuang"

Wednesday, 7 July 2021 | 23:41 WIB Last Updated 2021-07-07T16:54:49Z


Foto: Kepala Desa Sukasari, Dadan Haris, Peroleh Penghargaan sebagai Desa Siaga atas pencapaian prestasinya dalam hal Kesehatan warganya. Namun peran para relawan kesehatan (diduga) tidak diperhatikan, padahal mereka adalah ujung tombak dari penghargaan tersebut.


SUKASARI, journalnews.co.id: Desa Sukasari Kec. Karangtengah Kab. Cianjur memperoleh penghargaan sebagai salahsatu Desa Siaga Terbaik dan Teraktif dalam mengadvokasi kesehatan warganya. Penghargaan ini diberikan oleh Camat dan UPT Puskesmas Ciherang Karangtengah. Selain Desa Sukasari yang memperoleh apresiasi tersebut ada desa lainya yang memperoleh pernghargaan yang sama yakni Desa Babakan Caringin. 


Penghargaan ini didasari atas kesigapan pemerintah desa dan relawan kesehatannya dalam mengadvokasi kesehatan warga melalui giat sosialiasi Prokes melalui gerakan 3M, penyemprotan disinfektan secara berkala, dan advokasi warga hingga memperoleh layanan kesehatan maksimal di RSUD Kab. Cianjur sebagai mitra. 


Namun demikian, masih terdapat beberapa kalangan yang menyayangkan pihak pemerintah Desa Sukasari yang terkesan acuh terhadap peran dan jasa para relawan kesehatan. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh salah seorang Relawan Kesehatan yang enggan disebutkan namanya. 


"InshaAllah saya berjuang ikhlas karena Alloh demi membantu para pasien yang membutuhkan pendampingan layanan kesehatan dari pemerintah hingga mereka mendapatkan hak dasar kesehatan. Akan tetapi pihak pemerintah Desa Sukasari terkesan mengacuhkan peran kami dan rekan lainnya. Jangankan honor, ucapan terimakasihpun tidak ada. Padahal yang kami tahu ada dana lebih kurang Rp.37.000.000 (tiga puluh juta) rupiah pertahun yang tertera di APBDes Tahun Anggaran 2021." tutur salah seorang Relawan Kesehatan Desa Sukasari ini meneyesalkan. 


Ia melanjutkan, dana sebesar 37 juta tersebut jangan hanya tertulis di APBDes saja, akan tetapi benar-benar dialokasikan untuk membantu biaya pasien yang kurang mampu tersebut.


"Dana sebesar 37 juta tersebut jangan hanya tertulis di APBDes saja dan hanya menjadi pemanis laporan tahunan saja, akan tetapi benar-benar dialokasikan untuk membantu biaya pasien yang kurang mampu tersebut." pungkasnya. 


Hingga berita ini diturunkan, pihak awak media MBN JN terus berupaya untuk mengkonfirmasi berita terkait kepada jajaran pemerintah Desa Sukasari. (Jack) 


No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update