-->

Notification

×

Malang Sekali Bocah Asal Cianjur Ini, Kulitnya Mesti Meleh Tergoreng Minyak Panas

Sunday, 29 August 2021 | 18:59 WIB Last Updated 2021-08-29T12:43:01Z
Gambar: Muhammad Arasy Husna (Aras) tengah terbaringan lemah dengan keadaan tubuh penuh perban.

Cianjur, journalnews.co.id - Nasib malang mesti menimpa Muhammad Arasy Husna (7) seorang bocah asal Kampung Kebon Salak 04/02 Desa Sindang Asih, Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur. Di usianya yang masih kanak-kanak Aras (sapaan akrab sang anak) mesti menerima kenyataan pahit dengan kondisi tubuh 70% terpanggang minyak goreng panas.
Gambar: Aras saat di kasih air minum oleh Teti Nurhayai (35) selaku ibundanya.

Kejadian nahas tersebut terjadi beberapa waktu lalu tepatnya pada Rabu (18/8/21) sekitar pukul 16:00 WIB. Ketika itu Husna Muwahahid (49) sang ayah tengah memanaskan minyak goreng di dapurnya guna dipakainya menggoreng kerupuk pelengkap bubur ayam yang biasa Ia jual sehari-hari juga untuk bubur Asyura yang sebelumnya Ia rencanakan akan dibagikan ke tetangga sekitar ke esokan harinya. Karena adanya pelanggan yang hendak membeli, Nanay (sapaan akrab sang ayah) pun meninggalkan minyak goreng dan pergi ke depan rumah untuk melayani pelanggan.

Usai itu juga Aras yang baru beres mandi tanpa sehelai kain pun keluar dari kamar mandi yang tak jauh dari penggorengan hendak kembali ke kamar untuk berpakaian, namun tepat ketika dekat penggorengan Aras tergelincir dan jatuh tepat menimpa wajan berisikan minyak panas yang langsung tumpah ruah dan dengan sekejap mata pun minyak tersebut langsung melelehkan hampir seluruh kulit sang bocah.

Dalam beberapa detik bocah malang tersebut meraung-raung kesakitan menahan panas dengan kondisi telentang dan berupaya untuk segera bangkit namun Ia terjatuh kembali beberapa kali karena kondisi lantai yang licin akibat minyak panas tersebut.

Tak lama kemudian Aras pun bisa bangkit dan langsung melarikan diri kembali ke kamar mandi dan langsung mengguyur seluruh tubuhnya dengan air.

"Waktu itu kan ada pelanggan, jadi Saya tinggalin dulu penggorengan. Tapi pas Saya lagi di depan (melayani pelanggan) tiba-tiba terdengar wajan jatuh dan anak Saya jerit-jeritan, langsung Saya bergegas ke dapur dan ternyata pas Saya di dapur Saya lihat minyak tumpah sedangkan anak Saya waktu itu udah lari ke kamar mandi" ungkap Nanay saat dikonfirmasi pada Minggu Sore (29/8/21).

Tak lama kemudian Istri Nanay yang usai sholat di kamar langsung bergegas juga ke dapur, melihat kondisi anaknya gosong dan basah kuyup Ia menjerit histeris.

"Udah itu mah Saya langsung gendong anak ke depan, dan meminta tolong pada tetangga. Soalnya Saya bingung gimana nangangin luka goreng" paparnya.

Tak lama kemudian tetangga sekitar pun langsung berdatangan dan memberi bantuan perawatan seadanya. Namun, melihat kondisi Aras yang mengenaskan Nanay di temani tetangga langsung melarikan Aras ke Rumah Sakit Dr. Hafiz (RSDH) guna perawatan intensif.

Sampai saat ini Aras tengah di rawat secara intensif di RSDH dengan biaya mandiri karena Nanay dan keluarga tidak terdaftar sebagai peserta BPJS. Tentunya biaya Rumah Sakit tidak bisa dianggap murah oleh Nanay yang berprofesi sebagai tukang bubur, oleh karena itu Ia berharap Pemerintah dapat turun tangan guna membantu biaya perawatan buah hatinya.

"Semalam di (RSDH) sini perlu biaya sekitar Rp.500.000,- belum lagi biaya obat, seminggu ini juga udah sekitar 11 juta untuk biaya perawatan. Kalo ngandelin dari jualan mah Saya gak bakal sanggup uang segitu, biaya yang kemarin pun itu juga donasi dari tetangga-tetangga Saya, dari Pemdes Sindang Asih juga dari para dermawan yang gak bisa saya sebutin satu-satu" ujarnya dengan haru.


"Saya bersyukur udah ada yang peduli, tapi disisi lain Saya juga masih bingung untuk biaya perawatan ke depannya, modal dagang aja udah abis. Saya harap Pemerintah mau bantu Saya, Dia buah hati Saya satu-satunya, Dia harapan dan kebanggaan Saya" pungkas Nanay dengan nada pilu. (JMA)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update