BANJIR LUMPUR DI KAMPUNG CIKAKAK, DAMPAK BUKIT SIRTU DARI PT.MANDIRI SEJAHTERA SENTRA (MSS)

Iklan Semua Halaman

Header Menu

BANJIR LUMPUR DI KAMPUNG CIKAKAK, DAMPAK BUKIT SIRTU DARI PT.MANDIRI SEJAHTERA SENTRA (MSS)

May 9, 2019

Purwakarta,Journalnews.co.id Intensitas hujan mengakibatkan derasnya air di setiap sungai atau anak sungai.Tetapi bagaimana bila air hujan di sungai menjadi kotor seperti Lumpur ,yang di akibatkan Pasir Abu Batu,atau Sirtu,Yang tertumpuk seperti bukit diduga lahan PT.Mandiri Sejahtera Sentra atau biasa di sebut PT.MSS.


Salah satu anggota Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI). Yang melihat langsung kejadian tersebut,Agus Ali warga kampung pamalayan,berbicara sangatlah miris dan risih dengan adanya dampak daripada gunukan pasir batu tersebut, yang selalu mencemari aliran sungai di Wilayah Kampung Cikakak Desa.Sukamulya Kecamatan.Tegal Waru Kabupaten Purwakarta.Terutama bila curah hujan sedang tinggi,bukit sirtu atau abu batu ini meleleh dan turun ke daerah aliran sungai (Das) karna terbawa oleh air hujan,sehingga mengakibatkan kotornya air sungai yang tebal akan Lumpur.di khawatirkan juga tumpukan-tumpukan batu yang sudah terbalut oleh tanah ikut ter'Urai sehingga ikut turun,dan akan mengakibatkan dampak yang sangat buruk terhadap masyarakat atau warga sekitaran aliran sungai tersebut.ujarnya Rabu (08/05/2019)



Lebih lanjut dikatakan, terjadi di Aliran sungai kampung Cikakak sangatlah kotor,keruh,tercemari oleh Abu batu atau sirtu Ketika hujan deras tiba.


Ditambahkan, Miris dengan keadaan masyarakat yang akan kekurangn air jernih dari sungai tersebut, setiap harinya warga kampung cikakak untuk konsumsi air minum harus membeli air galon,karna mirisnya air jernih di sekitaran karna dampak daripada PT.Mandiri Sejahtera Sentra.



PT.Mandiri Sejahtera Sentra tersebut bergelut di bidang pertambangan pemecah batu andesit tetapi tidak efektif untuk penyimpanan Abu batu atau sirtu yang di tumpuk sehingga membukit. Dan menjadikan kecemasan masyarakat ketika hujan turun deras.



Ketua Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia DPW Purwakarta Dedi Supriyatna yang mendapatkan laporan tersebut tidak tinggal diam,Ketua KPLHI DPW Kota Purwakarta akan melaporkan ke Pihak DLH karna menyangkut dengan UUD pencemaran Lingkungan Hidup No 32 tahun 2009. Ungkapnya


Laporan  : Teguh Boy