Di Topang Dana Desa Proyek Rabat Beton Disinyalir Jadi Ladang Korupsi kades Bangkaloa ilir

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Di Topang Dana Desa Proyek Rabat Beton Disinyalir Jadi Ladang Korupsi kades Bangkaloa ilir

May 31, 2019


Indramayu.Journalnews.Di topang dari Dana Desa untuk pembangunan fisik Rabat Beton di jalan desa  gang Khanafi Blok Tambangan ogong Rt 15 Desa Bangkaloa ilir Kec, Widasari Kab, Indramayu.


Kades Bangkaloa ilir, Sudina disinyalir mencari ladang korupsi di proyek Rabat beton tersebut. 


Karena diketahui dalam pelaksanaanya, sang Kuwu (Kades) memilih dengan cara diborongkan ke pihak lain dari masyarakat luar desa setempat, tanpa Melibatkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Tiem Pelaksana Kerja (TPK) yang Sudah dibentuk. 


Sedangkan aturan yang digembar gemborkan Kementrian Pedesaan, Uang Dana Desa (DD) untuk fisik,dalam pembangunannya harus melibatkan masyarakat sekitar (Padat Karya).


Tidak hanya itu, Bangunan Rabatan beton tersebut disinyalir juga dalam pekerjaannya tidak sesuai Bestek serta meleceng dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) senilai Rp. 163 juta yang sudah dibuat.


Info yang didapat, Proyek Rabat Beton tersebut diketahui dianggarkan dari sumber Dana Desa tahap pertama sebesar 20% sejumlah Rp.210 juta. 


Dengan rincian Rp. 163 juta, direalisasikan buat rabat beton di gang khanafi,  sisa nya sebesar Rp. 47 juta direalisasikan buat rabat beton di blok h.udin Rt 03.


Sedangkan dalam hasil pantauan, proyek beton di gang khanafi yang sudah selesai pekerjaannya terkesan ada dugaan kuat praktek korupsi oleh Kuwu Sudina dengan modus menguntungkan diri sendiri.


Hal itu, disebabkan pekerjaannya melenceng dari bestek serta RAB, sehingga diprediksi ada dugaan kuat telah merugikan uang negara dengan perkiraan Rp. 70.juta


Seperti yang diutarakan Suparno selaku Ketua Lembaga Investigasi Negara DPC Kab, Indramayu, dimana ada Tiga hal yang diduga dikorupsi proyek rabat beton oleh Kepala Desa Bangkaloa ilir." Berdasarkan RAB yang terlihat, dan pantauan anggota LIN dilapangan  ada 3 Kategori yang dikorupsi, pertama ada dugaan Pengurangan Volume yang Kedua jelas Pekerja di borongkan ke Kontraktor dan yang terakhir ke tiga LPM dan TPK tidak dilibatkan." ungkapnya


Dari kategori temuan tersebut, Suparno menilai ada kerugian Negara,yang Sumbernya dari Dana Desa 2019 tahap pertama." kami prediksi ada Sekitar uang Rp. 70.000.000  dana desa di korupsi Kuwu, rincian mentahnya nanti kami buat surat laporan ke Penegak Hukum." tuturnya


Sedangkan Untuk pemborong nya,Suparno sudah mengantongi namanya."Anggota saya sudah ngantongi nama pemborongnya dan punya fotonya saat dilapangan, dia pemborong ngaku dari Desa Tugu,keterangan sementara dari pemborong dibayar harian oleh kuwu." tandasnya


Sedangkan desas desusnya, kuwu proyek rabat beton diborongkan senilai Rp. 15 juta jauh dari nilai yang tertera di RAB."Bahkan info yang dikantongi nya, konon kuwu diborongkan ke kontraktor sekitar Rp.15 juta, dengan hitungan luasan Permeternya Rp. 25000, sedangkan anggaran untuk upah pekerja sebesar Rp. 43 juta, itu saja yang saya dengar." pungkasnya


Sementara itu, Kuwu Bangkaloa ilir, Sudina masih belum juga bisa ditemui. 


Tetapi yang Berhasil ditemui, Jayadi selaku Sekdes Bangkaloa ilir, dia juga tidak tahu menahu terkait proyek rabat beton di gang khanafi yang usai dikerjakan yang terkesan asa dugaan korupsi." Maaf mas, no komen,  saya tidak dilibatkan di proyek itu, karena sudah ada tupoksi masing masing, coba tanya ke LPM atau TPK."ujarnya.


Ditempat terpisah ketua TPK Desa Bangkaloa ilir,Carwita membenarkan proyek rabat beton di gang khanafi, dirinya tidak dilibatkan."Benar, proyek disitu (Rabat Beton di gang khanafi) di kendalikan Kuwu Sendiri, tiem saya tidak di libatkan." ujarnya.


Bahkan dia menyebut pekerja di borongkan dari luar."Benar,pekerjanya Di Borongkan ke pemborong bernama Palak cs." tandasnya.


Sedangkan dirinya, mengakui hanya di titik blok bangkrong yang dia kerjakan.



Laporan: (BB)