DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR IKUTI KEGIATAN EVALUASI PROGRAM KERJA SAMA DI SEMARANG

Iklan Semua Halaman

Header Menu

DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR IKUTI KEGIATAN EVALUASI PROGRAM KERJA SAMA DI SEMARANG

May 8, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}

H. Rudi Wibowo SKM MMKES,
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.


CIANJUR  - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa barat Mengikuti kegiatan koordinasi, evaluasi program kerjasama antara puskesmas, unit transfusi darah (UTD) dan rumah sakit dalam pelayanan darah untuk Angka Kematian Ibu (AKI) di Semarang 02-04 Mei 2019, Kamis (02/05/2019)


Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Rudi Wibowo, SKM MMKES, mengatakan, AKI di Indonesia masih tergolong tinggi,  Walaupun cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan sudah mencapai lebih dari 80 persen. Berdasarkan survey demografi dan kesehatan indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup, dengan penyebab utamanya adalah perdarahan, hypertensi dalam kehamilan dan infeksi.


Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memenuhi kebutuhan darah dalam penurunan AKI akibat perdarahan. Sebagaimana diamanatkan dalam Perpres RI Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN tahun 2015-2019 dengan menekankan pada peningkatan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan darah. "Untuk melaksanakan Perpres tersebut, telah disahkan Permenkes Nomor 92 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknik Pelaksanaan Program Kerja Sama antara Puskesmas, UTD dan Rumah Sakit dalam pelayanan darah untuk menurunkan AKI," terangnya.

Tujuan dari program itu, untuk menjamin tersedianya darah yang cukup bagi ibu hamil, bersalin dan nifas serta juga meningkatkan peran serta masyarakat untuk menjadi pendonor darah suka rela.



Pelayanan darah yang aman dan berkualitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk menurunkan AKI. Oleh karena itu, untuk mencegah AKI, masyarakat memerlukan akses pelayanan darah dalam jumlah yang cukup. "Hal ini dapat lebih mudah dicapai jika semakin banyak donor darah sukarela yang secara rutin mendonorkan darahnya ke UTD. Sehingga, UTD dapat selalu memenuhi permintaan darah dari fasilitas pelayanan kesehatan, dan Alhamdulillah untuk kabupaten Cianjur untuk ketersediaan darah sudah terpenuhi dan Cukup."  jelasnya.



Laporan: Budi P