Kades Bangkaloa Ilir Diduga Korupsi Dana Desa 2019 Di Proyek Rabat Beton.

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Kades Bangkaloa Ilir Diduga Korupsi Dana Desa 2019 Di Proyek Rabat Beton.

May 26, 2019

Foto. Proyek dan kaos kuning pemborong palak


Indramayu.Journalnews.Sebagian desa di Kab, Indramayu dikabarkan sudah menerima aliran anggaran dari pusat berupa Dana Desa (DD) Tahun 2019.


Salah satunya Desa Bangkaloa ilir Kec, Widasari Kab, Indramayu, Desa tersebut diketahui baru nerima Dana Desa tahap pertama sebesar 20% dari total 100% Tahun 2019


."Betul baru 20%, besarnya kira kira Rp. 210.000.000, anggarannya buat fisik semua untuk Dua titik." ujar sumber Media ini


Namun dalam prakteknya, ada Dugaan kuat korupsi Dana Desa tahap pertama 20% Tahun 2019 ini, yang diperuntukan untuk fisik oleh Sudina, Kepala Desa Bangkaloa ilir kec, Widasari Kab, Indramayu dengan sengaja dan sistematis. 


Sehingga berkembang, muncul dari elemen masyarakat meminta kepada pihak penegak hukum (Tipikor) Polres Indramayu atau Kejaksaan Indramayu untuk segera mengusutnya tanpa lama lama menunggu recom dari Inspektorat. 


Pasalnya, RAB yang terlihat, serta pantauan Lembaga Investigasi Negara DPC Kab, Indramayu dilapangan, ditemukan fakta fakta unsur  yang di langgar (Korupsi) oleh Kepala Desa Bangkaloa ilir dalam pelaksanaan pekerjaan Rabat Beton jalan desa di Blok Tambangan ogong Rt 15, .


Seperti yang dikatakan dari Perwakilan LIN DPC Kab, Indramayu, Nur Budiansah, dia mengatakan." Kami Menduga Ada berbau Korupsi di Tubuh Kuwu, Untuk memperkaya diri."katanya


dari analisanya,dia mengungkapkan." Ada markup dalam pekerjaan rabat beton di blok Tambangan Ogong Rt 15, karena berdasarkan RAB Volume Rigimix 95 Kubik tapi dilapangan hanya dibelanjakan 49 kubik penghamparan rigimix, sedangkan harga rijimix juga digelembungkan di RAB nya."ungkapnya


Lebih lanjut dia mengungkapkan." dilapangan proyek rabat beton tersebut dikerjakan kepada pihak ketiga (Kontraktor) bernama Palak cs tanpa melibatkan masyarakat sekitar, alias bukan padat karya yang digembar gombarkan Mentri Desa." ungkapnya


Tidak hanya itu, Budi dari perwakilan LIN juga, menyayangkan Kuwu tidak transparan."tidak transparan, karena Papan proyek tidak ada dilokasi pekerjaan, sedangkan di RAB tercatat ada biaya papan proyek."ujarnya


Berbagai pihak dari masyarakat dan tokoh setempat ikut geram dengan tingkah laku kuwu Sudina,."Saya jujur sangat kecewa kepada kuwu sudina, kenapa saya bilang gitu, karena informasi yang didapat pamong desa dan TPK tidak pernah dilibatkan dalam segi atau sistem anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah."tuturnya di lokasi kerjaan


Lebih lanjut dia mangatakan."Kalau benar-benar mau membangun desanya juga sebelum ada kegiatan untuk pembangunan seharusnya pamong desa dan masyarakat harus dilibatkan atau dimusyawarahkan dahulu jangan main tabrak sendiri aja,”cetusnya


Tidak hanya itu, dia tegas mengutarakan."Selain itu kuwu juga punya aturan jangan mentang-mentang jadi kuwu segala hal kebijakan untuk masyarakat umum dipikul sendiri itu sudah pelanggaran, giliran punya masalah merengek minta tolong ke bawahan, sedangkan anggaran datang semua bawahan tidak di usik kelakuannya sudah keterlaluan". Tandasnya 


Sementara, Kuwu Sudina Belum bisa dikonfirmasi, karena saat dilapangan pekerjaan rigimix tidak ada di tempat.bersambung



Laporan: (bd)

Foto. Proyek dan kaos kuning pemborong palak