KPU Cianjur Akan Laporkan Menyebar Hoaks 10 Ribu Suara Prabowo Hilang

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Header Menu

KPU Cianjur Akan Laporkan Menyebar Hoaks 10 Ribu Suara Prabowo Hilang

May 6, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}


CIANJUR – Kericuhan yang terjadi di forum Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Cianjur antara Divisi Penindakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  Tatang Sutarma dengan beberapa petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada Tanggal 3 Mei kemarin dimanfaatkan pihak – pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan berita bohong lewat medsos bahwa hal tersebut dipicu akibat raihan suara Capres Prabowo Subianto hilang sebanyak 10 ribu. (5/5/2019).

 

“Itu berita hoaks !” sanggah Ketua KPU Cianjur Hilman Wahyudi.

 

Hilam Wahyudi mejelaskan, kericuhan yang terjadi Tanggal 3 Mei pukul 23.00 itu bukan persoalan perolehan suara. Namun semuanya efek dari persoalan tatacara penyampaian pendapat dan kritik. Semua pihak yang terlibat masih terkendali dan hanya kejadian singkat, langsung tertangani dengan baik

 

“Dan itu cuma keributan kecil saja,” ujarnya.

 

Yang paling penting, kata Hilman, pada malam tersebut tidak ada sama sekali keberatan - keberatan tertentu sari saksi Capres No urut 02 saat berlangsungnya sidang Pleno. Karena yang jadi perdebatan sengit bukan pada persoalan perolehan suara.

 

“Yang beredar melalui berbagai laman medsos jelas – jelas hoaks yang ingin meresahkan masyarakat,” tambah Himlan.

 

Ditegaskannya, siapapun yang melakukan penyebaran hoaks kericuhan kecil saat pleno KPU Cianjur menjadi isue hilangnya 10 ribu suara Prabowo akan dilaporkan ke pihak yang berwajib.  

 

“Itu harus dilaporkan. Soal waktunya belum diputuskan, karena saat ini kita fokus ke penuntasan pleno dulu,” tutup Hilman.



Laporan: (Cx)