Kuasa Hukum Minta Terdakwa Pembunuh Angga Dibebaskan, Sidang Berakhir Ricuh

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Kuasa Hukum Minta Terdakwa Pembunuh Angga Dibebaskan, Sidang Berakhir Ricuh

May 28, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}


INDRAMAYU - Sidang perkara penganiayaan terhadap 2 orang kakak beradik yang menyebabkan korban Musyafa Wibi Permana (20) menderita luka-luka & Angga Fahruzal meninggal dunia pada senin (27/5/2019) diakhiri kericuhan.


kericuhan terjadi usai sidang tahap pembelaan terdakwa oleh puluhan massa pendukung korban, pasalnya, kuasa hukum menginginkan ke empat terdakwa yang diketahui masih anak - anak alias dibawah umur agar dikembalikan ke pihak orang tua masing - masing (dibebaskan_red) sehingga pihak keluarga korban merasa tidak terima.



Baca Juga:

Hasil Tes DNA RS Bhayangkara Tak  Kunjung Keluar, Jasad 41 Tak Boleh di Kebumikan


Polres Indramayu Ringkus 8 Orang Tersangka Pembunuh Angga


Keluarga Korban Desak Polisi Ungkap Pembunuh Angga



"Pemicunya adalah keluarga korban tidak terima terhadap pembelaan yang dibaca oleh kuasa hukum terdakwa khususnya yang masih dibawah umur untuk dikembalikan ke orang tua." Ucap sudiharjo selaku Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu di ruang kerjanya pada selasa (28/5/2019).


Ia menjelaskan bahwa keinginan kuasa hukum terdakwa belum tentu dikabulkan oleh majelis hakim, majelis akan melakukan banyak pertimbangan.


"Majelis hakim akan mempertimbangkan apakah terdakwa anak akan dikembalikan ke orang tua atau akan di jebloskan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Kalau anak - anak itu biasanya majelis hakim akan memasukan anak ke LPKA." Tambah Sudiharjo.


Terpisah, Musyafa Wibi beserta keluarga merasa kecewa terhadap penegakan hukum yang menangani perkara tewasnya angga, sebab para terdakwa mendapat tuntutan ringan di persidangan.


"Sidang kedua pada hari kamis kami dari keluarga korban tidak boleh masuk dan kita mendengar dari luar tuntutannya sepuluh bulan, kami dari keluarga korban jelas tidak terima, hukuman seperti itu menggunakan pasal apa? mangkanya kami dari keluarga memberitahu kepada  warga yang bertanya, mendengar seperti ini, warga pun tidak terima dan mereka ingin melihat sidang ketiga." Kata wibi.


"Pada sidang Ke tiga agenda pembelaan, kuasa hukum meminta kepada majelis hakim agar terdakwa di kembalikan kepada orang tua maaing - masing dan memberikan hukuman seringan ringannya, jelas kami dari pihak korban dan warga yang masih berduka tidak terima." Tambahnya.


"Saya minta kepada majelis hakim keadilan setegak tegaknya dan terdakwa di hukum seberat beratnya, karena itu sudah jelas tindakan kriminal sampai menghilangkan nyawa seseorang, itu bukan kucing yang mati, itu orang pak yang mati, sedangkan kita dari pihak keluarga sudah tidak bisa bertemu  selamanya lagi." Keluhnya.



Diberitakan sebelumnya, Musyafa & Angga dikeroyok sekelompok anak tongkrongan di jembatan bungkul kelurahan Bojong Sari kecamatan Indramayu kabupaten Indramayu , pada tanggal 11 November 2018 lalu, sekitar pukul 02.30 WIB.


Musyafa Wibi ketika itu berhasil selamat karena melarikan diri, sedangkan Angga ditemukan telah meregang nyawa, 11 hari usai kejadian tepatnya tanggal 22 November 2018 ditemukan di desa Wanantara kecamatan Sindang kabupaten Indramayu.




Laporam (EM)