Pedagang Pasar Induk Cianjur Banyak Yang Gulung Tikar

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Pedagang Pasar Induk Cianjur Banyak Yang Gulung Tikar

May 9, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}


CIANJUR- Jumlah bangunan existing Pasar Induk Cianjur (PIC) sekitar 4.684 dari mulai ruko,  toko,  kios dan los.  Kini hanya terisi sekitar 50-60 persen,  Selasa (7/5). 


Kepala Pasar PIC,  Asep Kusmiadi mengatakan,  ketika awal keindahan atau keramaiannya hampir 90 persen terisi.  Hanya karena tak kuat mental dan modal, sehingga mungkin banyak yang gulung tikar. 


"Pedagang yang bangkrut tersebut  dimaksud itu kalah bersaing dengan pedagang lainnya, " jelasnya saat dihubungi langsung, kemarin. 


Ditanya soal masalah tim relokasi sebelumnya, itu sebaiknya ditanyakan langsung ke Disperindag Kabupaten Cianjur bersangkutan. 


Tambahnya,  perlu diketahui mengenai

bayar retribusi itu target capaian Rp1.162.000.000 per tahun,  kalau dikalkulasi per hari sekitar Rp3.300.000 hingga Rp3.500.000.


 "Maksimal yang bayar retribusi tu sekitar Rp3.100.000 per hari, " ujar,  Asep. 


Sementara, Kasatpol PP Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh mengatakan, berdasarkan Perbup Nomor 46/2010, pedagang di area bekas Pasar Bojongmeron sudah ditertibkan. Bahkan sebelumnya sudah mengetahui, pemerintah sudah berusaha. 


"Namun tetap kita akan menampung aspirasi atau tuntunan, dan akan menyampaikan ke pemerintah melalui dinas berwenang. Karena bagaimana pun permasalahan ini perlu dibahas. Bila mengenai persoalan pedagang kawasan Cafe Cianjur, itu tidak ada Perbup mengaturnya," terangnya. 


Muzani menyambungkan,  penertiban menunggu intruksi dulu dari Disperindag,  karena tidak mau gegabah melakukan tindakan.  Karena Satpol PP tugas dan fungsinya melakukan koordinasi, dan mediasi saja.  Selebihnya kebijakan harus ditertibkan lokasi yang mana saja,  harus jelas sesuai aturan jadi kalborasi kerja barengan dengan dinas terkait lainnya. 


"Jadi,  artinya menunggu intruksi dari keputusan dari pemerintah melalui dinas terkait. Jujur saja,  kami tidak menerima satu rupiah pun dari PIC,  begitu pun keberadaan beberapa pasar bayangan dipertanyakan hal sama, " tegasnya. 


Apa lagi kan? dirinya menyampaikan, menjabat posisi di Kasatpol PP itu baru dan unras terhitung itu baru satu kali. Kalau sebelumnya tidak mengetahui,  jelasnya mengenai permasalahan ini kalau ada penertiban tindakan para PKL dari Pemkab Cianjur melalui beberapa dinas terkait baru lah turun tangan. 


"Nah karena masih di Dinas Perizinan Cianjur waktu itu posisi fungsi dan tugasnya, "pungkasnya.




Laporan:  (Dhany)