Seni Ukir Terunik Mendunia Sanggar Seni Setya Negara, Atau Sekarang Lebih dikenal Sanggar Ana Ning Jagat

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Seni Ukir Terunik Mendunia Sanggar Seni Setya Negara, Atau Sekarang Lebih dikenal Sanggar Ana Ning Jagat

May 30, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}


Cirebon Kabupaten, Journal News.co.id. - Bagi Sebagian Orang, Sebuah pohon utuh sudah mungkin tidak Ada nilainya, Namun di tangan Ang Andan beserta Adik atau keluarganya bernama Andri Irnawan Surya Riwanto dan lebih dikenal Mas Andri Juga sekaligus pendiri Sanggar Ana Ning Jagat bertempat di Desa surakarta blok.111.rt.rw. 01.04. Tajug Gede Kec. Suranenggala Kab. Cirebon, sebuah pohon utuh bisa disulap menjadi seni ukir yang bernilai tinggi.


AKMAD ADNANI atau lebih di kenal Ang Adnan kelahiran cirebon, 18 agustus 1973, berprofesi sebagai guru olah raga di smp n suranenggala kabupaten cirebon ini sangat menekuni berbagai kesenian khas cirebon sejak umur 10 tahun sudah menekuni seni ukir dan tari dengan dibantu anggota keluarganya untuk terus   melestarikan warisan  peninggalan budaya  pendahulunya.

 

Ang Adnan 

Sebagai Anak dari Almarhum mama Dama murid dari Almarhum mama KANDEG PATMAJDAWINATA. Yang jaman dahulunya  Menyulap batang pohon utuh menjadi seni ukir yang cantik dan mempesona, kini diteruskan oleh keluarga yang lebih dikenal  Sanggar  Seni Ana Ning Jagat.


Mengawali Sebagai pengrajin ukir sejak umur 10 tahun, Sebelumnya berkat warisan peninggalan Ayahnya bernama mama Dama ( almarhum ).


Ang Adnan kini bercerita dahulunya, bahwa Sungging atau kita menyebutnya Ukir ialah sebuah seni yang sangat tinggi, karena sebelum pendahulu kita mengenal huruf dan angka seni ukir dapat menggunakan berbagai media seperti, batu, kayu, kulit hewan dan lain sebagainya. Bahkan dari berbagai peninggalan bersejarah yang sekarang sudah diakui oleh dunia bahwa Indonesia sangat banyak sekali Tokoh yang ahli dalam mengukir dan menularkan kepada generasi penerus bangsa ini secara turun temurun. Ungkapnya 


Pada umumnya kebiasaan para pengukir ketika Kerja, memegang pahat dengan tangan kiri sedangkan memukulnya dengan menggunakan tangan kanan, Hal inilah yang sangat uniknya di dareh cirebon ada sekelompok seniman yaitu Seni sungging atau ukir, yang merupakan turun temurun cara kerja dan mengukirnya tidak sama pada umumnya, hal berbeda cara kerja inilah dengan memegang sebuah pahat dengan tangan kanan dan memukulnya dengan tangan kiri, kebalikan dari kebiasaan para pengukir umumnya.

Terang Ang Adnan ( 30/5/2019 ) 


Lanjutnya, Ang Adnan, itu bukan berarti Cedol atau Kede. Dan disinilah pengerjaanya dan siapapun yang belajar seni ukir wajib menggunakan tangan kiri sebagai pemukulnya. Inilah keunikan pada waktu masanya Sanggar seni Setya Negara yang dulunya berada di Desa suranenggala lor dan dimiliki Almarhum mama Kandeg Patmajdawinata juga  sekaligus sebagai maha gurunya, yang mengajarkan beberapa kesenian tradisional khas cirebon diantaranya adalah, Seni tari, membaca sastra macapat dan seni wayang orang dan aksesoris utama dalam wayang orang ialah pakai topeng atau kedok yang harus membuat sendiri dengan mengukirnya, karena secara khusus Sanggar Setia Negara ahlinya dalam mengukir dengan dikembangkan berkolaborasi seni ukir dan tari ke dalam pertunjukan tari  wayang orang. inilah gambaran dari pendahulunya 


" seni ukir yang diajarkan oleh almarhum mama Kandeg Patmajdawinata selain pemukul ukir tangan kiri, juga sebuah seni khasnya yaitu pada ukiran megah mendungnya yang cantik. Dan dari sekian muridnya almarhum mama Kandeg Patmajwinata lalu  melahirkan beberapa tokoh ukir kembali, diantaranya Almarhum mama Dama bin Narsika dari Desa Buyut atau Mayung kabupaten cirebon, Almarhum mama Dama dalam karya ukirnya telah membuat kereta paksi naga liman yang berada di musium Sri baduga, Tegal lega, kota bandung dan juga terdapat berbagai ukiran pintu pada pesarean dan kebuyutan. Selanjutnya oleh anak - anaknya untuk meneruskan keahlian dalam seni ukir di lanjutkan dan dikembangkan oleh Ang Adnan sekaligus pendiri sanggar seni ukir dan tari yang sekarang bernama " Ana Ning Jagat " 


Dari pantauan journal news, berbagai buah karya seni ukir peninggalan almarhum mama Dama, ada beberapa ukiran miniatur kereta Singa Barong, kereta Paksi Naga Liman dan seni ukir lainya yang sangat indah dan Artistik, terdapat pada terdapat pada sebuah kursi yang terukir sangat megah dan mewah dengan berbahan dasar dari kayu utuh satu gelondong dengan modeling dan telah di ukir membentuk kursi.


Uniknya kursi Paksi Naga Liman tersebut tiga set Satu set terdiri dari dua kursi dan Satu buah meja, dengan bahan dasar dari kayu Baujan. Dan Sangat jelas tanpa sambungan dan tanpa cela sedikitpun, karena dari gelondongan kayu yang benar - benar sangat langka ditemukan di jaman sekarang ini. Menurut Ang Adnan kursi tersebut dibuat langsung oleh almarhum mama Dama sekitar tahun 1982, puluhan tahun setelah pembuatanya sudah di tawar puluhan juta oleh beberapa kolektor sekelas Dunia. Ujarnya 


Ang Adnan pendiri Sanggar Ana Ning Jagat merupakan seorang seniman yang multi talenta. Karena selain menguasai seni ukir dan tari, juga mampu memainkan alat musik modern berupa Seruling dan Gendang.


Selain itu, Ang Adnan sosok yang Atlantis berkarya dalam mengukir pintu dan sudah membuat kurang lebihnya 100 pintu ukir dari bahan kayu yang ia kerjakan. tuturnya Ang Adnan 


" ada keunikan tersendiri untuk pembuatan ukir pintu,  karena bermacam - macam bentuk jenisnya dan bahan pun tidaklah sulit dan untuk pembuatan satu pintu seni ukir bisa memakan waktu tergantung besar kecilnya" 


Selain ukir, bisa juga mengidung untuk acara pernikahan dan sunatan yang sangat jarang sekali menguasainya, dan bagi anda yang tertarik dengan kerajinan seni ukir  dan tari ini bisa langsung datang dikediamanya di Desa Surakarta blok.111. Tajug Gede Rt.Rw. 01.04. Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Dengan Kontak Person. ( 085 224 041 906 ). ( Ang Adnan ).



Laporan: Wadira