Viral Shalat Tarawih 7 Menit, K.H Syairozi : Itu Sudah Menertawakan Allah

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Viral Shalat Tarawih 7 Menit, K.H Syairozi : Itu Sudah Menertawakan Allah

May 8, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}

K.H Syairozi usai tausiah di kejaksaan negeri Indramayu


INDRAMAYU - Shalat tarawih tujuh menit yang belakangan ini viral di media sosial mendapat kritikan dari K.H Syairozi ketua pondok pesantren Raudlatul Muta' allimin desa Singaraja, kecamatan Indramayu, kabupaten Indramayu, Jawa Barat.


Menurutnya, shalat tarawih tujuh menit yang dilakukan oleh sekelompok orang di desa Dukuh Jati kecamatan Krangkeng kabupaten Indramayu tersebut sudah menertawakan Allah.


"Dalam shalat itu ada tuma'ninah, ada bacaan yang tartil, kalau di buat-buat seperti itu sama dengan menertawakan Allah, padahal itu kan perintah Allah." Ungkapnya saat melakukan tausiah dalam acara buka puasa bersama sekaligus peresmian gedung baru  kejaksaan negeri Indramayu, pada Rabu (08/05/2019).


Dalam peresmian yang  hadiri oleh kepala kejaksaan tinggi Jawa Barat, bupati, ketua DPRD dan seluruh jajaran forkopimda kabupaten Indramayu ini, K.H Syairozi juga menegaskan bahwa ibadah standar dan tidak boleh di buat-buat.


"Jadi, shalat taraweh itu umumnya 30 menit, jangan di buat-buat, kita tidak melihat komunitas pemuda, orang tua atau siapapun yang namanya ibadah itu standar, ada rukun, wajib & syarat Tidak boleh dikurangi." Tegasnya.


Sementara itu, Azun Mauzun selaku pengasuh pondok pesantren Al-Qur'aniyah tempat shalat tarawih 7 menit dilaksanakan, saat diwawancara kompastv Jawa Barat menjelaskan bahwa tujuan dari shalat tarawih cepat adalah agar para pemuda semangat dalam menjalankan shalat tarawih.



"Ini dilakukan untuk mengakomodir pemuda yang selama ini tercecer tidak ikut tarawih, agar mereka bersemangat shalat tarawih." Jelasnya.


Menurut Azun, aktivitas shalat tarawih 7 menit itu sudah dilaksanakan hampir 10 tahun.



Laporan: NR