Akibat Sabetan Clurit, PolDes atau Juragan Desa Kali Deres Mengalami Patah Tulang

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Akibat Sabetan Clurit, PolDes atau Juragan Desa Kali Deres Mengalami Patah Tulang

June 5, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}


Cirebon Kabupaten, Journal News.co.id. - Lerai Pertikaian Warganya Seorang Polisi Desa atau Juragan terkena sabetan Clurit oleh warganya karena hendak melerai dan pengamanan keributan warganya, Nampak Sedang di rawat di salah satu rumah sakit. Polisi Desa atau Juragan ialah  salah satu aparat desa yang bertugas mengamankan wilayah desanya dari berbagai ancaman atau keributan juga kerusuhan baik dari warga desa sendiri maupun dari luar warga desa tersebut. 


Akan tetapi sungguh tragis kejadian yang dialami oleh Juragan Nanang Suntana warga desa kali deres kecamatan kali wedi kabupaten cirebon, terkena sabetan clurit warganya, di saat sedang melaksanakan tugasnya. pelaku atau tersangka merupakan  warga desa setempat dengan teganya  menyabet atau membacok tangan kiri juragan dengan sajam jenis Clurit sampai mengalami patah tulang tangan kirinya.


Tarya salah satu warga desa setempat  mengatakan, bahwa kejadian berawal dari pertengkaran antara Ambari dengan Istrinya sampai terjadi pertengkaran hingga  banting Hp, si pelaku juga dikenal sebagai penggemar atau  terbiasa meminum minuman beralkohol  dan setelah usai  bertengkar Ambari pun Melakukan kebiasaan rutinnya yaitu berminum minuman beralkohol.


Saat Ambari sedang mengamuk sambil membawa Senpi dan Clurit Besar kami dan semua warga  ketakutan, karena pelaku membawa senpi dan sebilah clurit, lalu kami menghubungi pihak kepolisian Polsek Kali Wedi Polres Cirebon.


Di Karnakan,  Perjalanan dari mapolsek Kali Wedi ke TKP memakan waktu  lumayaman cukup jauh dan setibanya aparat kepolisian di lokasi tempat kejadian perkara ( TKP )  Juragan sudah di bawa ke Rumah Sakit dan tersangka pun sempat melarikan diri, tapi akhirnya pelaku ketangkap juga. Tuturnya Tarya warga desa setempat


Dengan adanya kejadian tersebut aparat kepolisian polsek kali wedi langsung kejar dan  Akhirnya Dengan gerak cepat Anggota polsek langsung menyisir   keberadaan tersangka Ambari yang di Pimpin langsung oleh Kapolsek Kali wedi  Kentar Budi.


Bahkan dengan tegas Kapolsek Budi memerintahkan kepada anggotanya agar secepatnya mencari keberadaan tersangka Ambari dan tetap siaga dan cepat dilakukan tindakan bilamana ada laporan atau pengaduan dari masyarakat. tegasnya


Sementara Pihak Korban Juragan Nanang Suntana kepada awak media ia menceritakan awak kejadian tersebut,  saat sedang berada di ruang IGD Rumah Sakit Mitra Plumbon" ia pun bercerita, berawal tersangka yang bernama Ambari alias Bea alias Sumpil merupakan warga desa kali deres kecamatan kali wedi kabupaten cirebon, Saat itu saya baru saja selesai taraweh kedatangan salah satu warga yang mengatakan"bahwa Ambari alias amba sedang mengamuk di dekat rumahnya dan mengobrak ngaabrik pedagang tahu gejrot yang sedang berhenti didekat rumahnya. Sabtu malam ( 1/6/2019 ).


Spontan saya bangun dari duduk dan mendatangi tempat  keributan tersebut, sesampainya di tempat kejadian saya terkejut bukan kepalang.


Karena Ambari alias Bea sedang marah-marah dan brutal bahkan di kedua tangannya memegang Senpi dan Sajam sejenis Clurit ukuran besar, saat itu kami  berusaha untuk  melerai atau memberhentikan tindakan brutalnya.


Akan tetapi apa yang terjadi sungguh sangat Ironis, Ambari malah mencaci maki kami  sambil menodongkan senpi dan Clurit ke arah kami.


Karena dirinya merasa terancam maka kami  lari untuk menyelamatkan diri dan lebih parahnya lagi bila ada warga yang mau melerai atau membantu kami  ambari atau pelaku tidak segan-segan menodongkan senpi dan mengangkat tinggi-tinggi clurit besar yang di bawanya ke warga yang membantu atau menyelamatkan dirinya. Ungkapnya  Juragan kepada awak media 


Lanjut, Juragan, kemudian Akhirnya terjadilah aksi  kejar-kejaran antara kami sama Ambar  atau pelaku dan Ambar pun beberapa kali menyabet atau membacokan clurit besarnya ke arah kami hingga akhirnya mengenai tangan kiri kami, karena terkena  sabetan clurit, itu juga mau membacok bagian kepala saya. Ujarnya 


 Secara spontan tangan kiri saya menangkis dan tangan kiri saya langsung jatuh lunglai dan berdarah akibat terkena sabetan Clurit milik pelaku.


Setelah itu, warga melihat tangan kami berdarah - darah  hingga kamipun  jatuh lunglai dan kemudian banyak berdatangan warga untuk membantu kami, pelakupun sempat kabur, selanjutnya para  warga  setempat mengamankan Pelaku  Ambari dan kemudian Pelaku digelandang paksa dibawa ke kantor desa Oleh warga. Tambahnya 


Saat itu juga saya di larikan ke Rumah Sakit Arjawinangun  dikarenakan menurut petugas piket di Ruang IGD" kami hanya bisa membantu pertolongan pertama saja, karena disini sedang tidak ada dokter dan karena para dokternya lagi pada mudik semua. Tutur juragan sembari menirukan petugas medis rumah sakit 


"Jadi silahkan cari rumah sakit swasta yang ada Dokternya agar cepat ditangani karena ini kasusnya Emerjency jadi harus cepat di tangani, lalu kamipun pulang ke rumah sesampainya di rumah baru terasa sakit bukan kepalang akibat kena sabetan celurit pelaku tersebut.


 Selanjutnya, pihak keluarga korban  membawa Juragan ke IGD rumah sakit Mitra Plumbon. anehnya pihak rumah sakit Mitra Plumbon menolak apabila kami atau korban  menggunakan  BPJS.


Bagian Informasi pun mengatakan" dalam kasusnya juragan Nanang kami tidak bisa memasukan sebagai pasien BPJS, kami juga sudah menghubungi Cicih dan Dr Mardiono yang ada di DINKES Kabupaten Cirebon, jadi kalau mau pakai BPJS silahkan Hubungi Cicih dan Mardiono.terangnya keluarga juragan sambil menirukan ucapan petugas rumah sakit.


Di karenakan biyaya untuk Operasi tersebut memerlukan dana yang cukup lumayan besar, karena itulah Kamipun tidak mampu untuk masalah biyaya perobatanya. Ungkapnya 



" Harapan keluarga korban khususnya Kepala Cabang BPJS Cirebon, DINKES kabupaten Cirebon dan BPMPD secepatnya  menindak lanjuti kejadian penolakan pasien  BPJS, yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Mitra Plumbon kepada  korban,  Juragan Nanang Suntana.


Agar Nanang bisa di Operasi tangan kirinya yang mengalami patah tulang tangan kirinya  dengan memakai BPJS.

 


Laporan: Wd