Aktifis & Praktisi Hukum Tanggapi BB Rp. 86 juta Perkara Narkoba

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Aktifis & Praktisi Hukum Tanggapi BB Rp. 86 juta Perkara Narkoba

June 22, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}


INDRAMAYU - Barang bukti uang tunai sebesar Rp.86.000.000,-  dalam perkara sindikat penyelundupan narkoba di lapas klas II B Indramayu, dimana BB tersebut tidak di sebutkan dalam berkas perkara yang diserahkan ke pihak kejaksaan & pengadilan negeri Indramayu,  memicu tanggapan dari tokoh masyarakat dan juga praktisi hukum.

Hal ini dikarenakan ketika konferensi pers yang di gelar oleh Polres Indramayu sebelumnya, BB uang tunai senilai Rp. 86.000.000,- itu disebutkan.

Polres Indramayu melalui Wawan, KBO Narkoba ketika di konfirmasi menyatakan bahwa BB uang tunai tersebut sedang di sidik oleh TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dan akan disidangkan secara terpisah agar hukuman pelaku lebih berat.


Baca : 




O'ushj Dialambaqa, salah satu tokoh masyarakat menganggap alasan pihak kepolisian lucu & tidak relevan karena menurutnya, BB uang tunai Rp.86.000.000,- itu harus disertakan dalam berkas perkara narkoba sesuai dengan faktanya.

"Seharusnya berkas perkara tersebut disertakan sehingga menjadi fakta persidangan yang dapat digunakan sebagai bahan pemberatan tuntutan oleh jaksa penuntut umum juga vonis hakim." Ungkapnya ketika di hubungi 20/6/2019.

"Kemudian jika BB itu memenuhi unsur TPPU maka bisa dipakai sebagai alat bukti perkara TPPU. Kecuali jika majelis hakim menyatakan bahwa BB Rp. 86.000.000,- itu tidak memiliki kekuatan hukum atau gugur dalam fakta persidangan atau tidak diakui oleh terdakwa, artinya BB tersebut rekayasa atau tak terkait persoalan narkoba." Lanjutnya.

"Jadi lucu jika argumentasinya uang Rp. 86.000.000,- dijadikan BB kemudian perkara TPPU nya bias atau kabur, apalagi dalam konferensi pers sudah disebutkan oleh Polres Indramayu. Jika begitu, ada apa sesungguhnya? karena argumentnya tidak relevan." Tambah O'ushj.
Baca : 
Terpisah, Toni, S.H., M.H. sebagai praktisi hukum yang juga tokoh muda Indramayu menyarankan agar Polres segera menuntaskan penyidikan kasus TPPU narkotika & melimpahkannya ke kejaksaan negeri Indramayu agar tidak menimbulkan persepsi negatif dari publik.

"Pertama saya apresiasi kepada Kapolres Indramayu yang telah mengembangkan pengusutan kasus narkoba dikembangkan ke kasus TPPU. Ini pertama kali kasus TPPU narkoba diusut di Polres Indramayu."

"Hanya saja, Polres Indramayu harus segera menuntaskan penyidikan kasus TPPU narkotika ini dan melimpahkannya ke Kejaksaan Negeri Indramayu. Supaya tidak menimbulkan persepsi publik yang negatif, karena penyitaan uang itu sensitif." Ujarnya.

"Apalagi kasus pokoknya yaitu narkotika sudah disidangkan dan masyarakat tahunya ada uang tunai yang disita sebesar Rp. 86 juta, nyatanya tidak dimasukkan dalam barang bukti persidangan kasus narkotika. Inilah yang akhirnya menjadi persepsi publik yang negatif bagi masyarakat awam di Indramayu." Kata Toni.

Meskipun begitu, Toni menyadari, tidak mudah mengungkap apakah benar uang yang disimpan di rekening tersangka merupakan tindakan pencucian uang atau bukti TPPU dari hasil transaksi narkotika.

"Memang harus dilakukan penelusuran keterkaitan uang itu dengan kejahatan narkotika yang menjadi petunjuk penyidikan ke arah TPPU,"

"Tapi setidaknya ketika penyidik memutuskan menyita uang dari tersangka maka harus segera menuntaskam penyidikan kasus TPPU narkotika & melimpahkan ke kejaksaan."

"Apalagi menurut pengakuan tersangka Andi kepada Journalnews, saat penangkapan, penyidik menyuruh tersangka mengambil uang itu dari rekening, bukan disita di TKP saat penangkapan, artinya penyidik sudah melakukan interogasi & penelusuran terhadap uang tersebut untuk dijadikan sebagai bukti hasil transaksi narkoba." Paparnya.

"Memang harus melibatkan Ahli dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memperkuat adanya TPPU, ya segera percepat hasil PPATKnya agar kasus TPPU segera dituntaskan agar publik tidak lagi berpersepsi negatif karena uang yang disita itu sensitif. " Tandasnya. 



Laporan: (NR)