Dana Desa Di Desa Bangkaloa ilir Disinyalir Dikorupsi Rp.70 Juta

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Dana Desa Di Desa Bangkaloa ilir Disinyalir Dikorupsi Rp.70 Juta

June 9, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}


Indramayu.Journalnews. Dana Desa   tahap pertama 20% yang sudah masuk di rekening Desa Bangkaloa ilir Kec, Widasari Kab,Indramayu di Bulan Mei 2019 se jumlah Rp. 210 juta disinyalir dikorupsi Oleh Kades Sudina,Sejumlah Rp.70 juta


Dugaan itu, Hasil dari Pengumpulan keterangan dan barang bukti (Pulbaket) yang dikumpulkan Lembaga Investigasi Negara (LIN) DPC Kab, Indramayu yang dinakodai Suparno."Betul ada Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua lokasi proyek rabat beton di Desa Bangkaloa ilir, yang dilakukan Kuwu Sudina, Kuwu ngantongi uang korupsi sekitar Rp. 70 juta." ungkapnya 


Dia mengungkapkan Kades Sudina dalam merealisasikan proyek Rabat Beton gang khanafi blok Tambangan ogong Rt 15 dikontraktualkan bukan swakola yang digembar gemborkan Menteri Desa


."Diborongkan ke pemborong dari luar desa setempat,Infonya  sejumlah Rp.15 juta sedangkan  RAB yang tercatat, Upah Pekerja diketahui sejumlah Rp.43 juta, Disini ada korupsi Rp.28 juta." ungkapnya


Menurutnya berdasarkan pantauan dilapangan juga ada dugaan penggelembungan harga Rigimix yang tertera di RAB dan juga disinyalir melakukan penyenyimpangan volume Ridimix.


."kami ngantongi  rincian, harga Rigimix yang tertera di RAB tercatat Rp. 1.020.000,- dengan mutu K 225, namun sebenarnya harga satuannya K 225 cuma Rp. 810.000,-." Tuturnya


Tidak hanya itu, Catatan sementara yang dikantonginya dalam pembangunan Rabat Beton di gang khanafi blok Tambangan ogong Rt 15, kades Sudina diduga hanya dibelikan 63 Kubik sedangkan di RAB tercatat 95 Kubik. 


." Luas yang dihitung di Spek dan RAB tertulis 95 Kubik Ridimix tetapi dalam pengumpulan bukti lan keterangan Dibelikan hanya sekitar 63 Kubik, jadi ada kekurangan volume Kubik, apa lagi harga nya ada perbedaan antara riil di lapangan dengan RAB yang ada."katanya dengan nada tegas


bahkan Kades Sudina Juga meminta fee 20% dari nilai yang sudah ditentukan di RAB sebesar Rp. 57 juta.


."korupsi modus Fee dijalankan juga oleh kuwu dari TPK, infonya TPK hanya nerima uang Rp. 35 juta di Pembangunan Rabat Beton Gang H Udin Rt. 03, sedangkan di RAB nya Tercatat Rp. 57 juta." tegasnya


Sementara itu, ditanya apakah Lembaganya sudah mengirim surat." Belum, rencana mau buat surat klarifikasi dulu, setelah itu baru buat surat Pengaduan." pungkasnya


Sampai Berita ini muncul, Kades Sudina belum ada tanggapan atau bentuk klarifikasi, meskipun dirinya tau apa yang sedang di isukan dipemberitaan di media online. (bb)