KISAH MISTERI DI BALIK INDAHNYA RURA SIHOTANG

Iklan Semua Halaman

Header Menu

KISAH MISTERI DI BALIK INDAHNYA RURA SIHOTANG

June 4, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}

SAMPULAN BALA DI DESA DOLOK RAJA SIHOTANG


SAMOSIR,JOURNALNEWS -Rura sihotang merupakan Daerah yang terdiri dari empat (4) Desa yaitu Desa SAMPUR TOBA, DOLOK RAJA, SIPARMAHAN dan Desa HARIARA POHAN, Rura Sihotang juga sering disebut Kenegerian Sihotang yang terletak di kecamatan harian kabupaten samosir, Sumatera utara.


Sesuai dengan namanaya Rura sihotang berada di kaki gunung uruk taduhan, setengah desanya di kelilingi pengunungan yang tinggi dan indah yg di tumbuhi pepohonan kecik nan hijau, Setengahnya lagi berada di tepian pantai danau toba.


sejauh mata memandang pepohonan hijau dan sawah2 penduduk yg teratur berpadu dengan pesona danau toba nan cantik, yaitu danau terbesar asia tenggara.


Dibalik ke indahan dan Kecantikannya,Rura sihotang memiliki kisah misteri tersendiri,mungkin banyak orang di luar rura sihotang yg belum tau apa itu " SAMPURAN BALA", Sampuran balah merupakan suatu tempat yg sangat misteri,menurut lagenda penduduk setempat " SAMPURAN BALA" tempat yg sangat mistis dan sangat di hormati ke beradaanya sebab sampuran bala terdiri dari beberapa pohon besar dan mata air yang sangat bersih berada di kaki gunung Uruk taduan di desa Dolok Raja sihotang.


S.Sihotang/Op.Pahala (Pengetuah/Guru Kunci Tugu Raja Oppu Sigodang Ulu Sihotang).


konon mata air ini (sampuran bala)tidak pernah kering sepanjang sejarah,walaupun kemarau panjang melanda dan sampai kemarau berkesudahan air tetap saja tidak mengering dan debit air tidak berkurang. 


Dibawah pohon rindang besar( jajabi ) ada kolam air atau sering orang bilang mual hangoluan( air kehidupan ) menurut penduduk setempat air sampuran bala ini merupakan air berkah yg bisa menyembuhkan penyakit, dimana air ini sering di manfaatkan penduduk setempat dengan banyak keperluan,satu hal yg sangat luar biasa dari air sampuran bala adalah bisa disimpan bertahun tahun tetapi tidak akan berlumut/ kotor( melebihi air kemasan pabrik)


Konon katanya di sampuran bala inilah Ritual di lakukan kaum Hawa/ ibu atau orang batak bilang"PANIARAN".di tempat inilah para kaum hawa melakukan ritual pemanggilan Hujan dalam bahasa batak manjou udan( manggombur ) Disaat musim kemarau panjang melanda rura sihotang yg mengakibatkan tidak efektifnya pertanian atau persawahan,kaum Ibu/Paniaran ( perempuan yg terpilih) Bergegas menuju "sampuran bala",di sampuran bala inilah para ibu/Paniaran memangngil hujan( manjou udan) para paniaran disampuran bala akan melakukan ritual dengan cara melempar kan air ke atas sambil ber doa.yang pasti hanya para ibu/paniaranlah yg tau doa atau ritual tersebut, dan seketika Hujan akan turun. Wou........ Sangat menakjubkan.


Media journalnews Berhasil konfirmasi kepada tokoh masyarakat atau pengetua dan juru kunci tugu Raja Sigodang Ulu sihotang, S Sihotang (Op. Pahala Sihotang) Beliau mengatakan Sampuran Bala tempat yang suci dan membawa berkat, "Sudah banyak orang datang ke mual ini pak (mualni opputta sijolo-jolo tubu) ,Sudah banyak orang merasakan kasiat air sampuran bala, ada yang sakit dan banyak juga yang Buang sial atau mambalokkon akka nahurang denggan yang selama ini menghantui kehidupannya dan mereka (orang yang datang kesini) dengan niat yang tulus segala penyakit atau sial sialni daging pasti Hilang,"papar Op. Pahala Sihotang


MUAL SAMPURAN BALA


,"Sebagai orang batak dan putra asli sihotang,cerita dan keberadaan sampuran bala menjadi kebanggaan, sampuran bala adalah Berkah dan Anugerah yg di berikan Tuhan untuk Samosir khususnya kenegerian sihotang,"ujarnya


Lanjutnya,Sebagai warga rura sihotang kita berterimakasih atas anugerah ini dan patut kiata jaga dan lestarikan bersama. 


sartono sihotang (Ton's)