Lintas Generasi Perbatasan Aceh Timur Gagas Pembentukan LSM Peduli Lingkungan Hidup

Iklan atas Semua Halaman 970x250

Header Menu

Lintas Generasi Perbatasan Aceh Timur Gagas Pembentukan LSM Peduli Lingkungan Hidup

16 Juni 2019




Aceh Timur -Aceh Sejumlah tokoh masyarakat dan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan hidup di perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara membentuk Lembaga Peduli Lingkungan yang di beri nama PALA ( Peduli Alam Lestari Aceh),  minggu, 16 Juni 2019 di Rajwa Kupie  Tanjong Minje, perbatasan Aceh Timur.


Pembentukan lembaga PALA ini di latar belakangi kesadaran antar tokoh masyarakat dan pemuda di dua kabupaten untuk menyelamatkan alam Aceh dan pelestarian lingkungan hidup dari ancaman pencemaran udara akibat limbah, rusaknya alam akibat pembalakan hutan lindung, hutan mangrove, sampah yang menumpuk hingga mencemarkan udara. 


"Lembaga PALA ini terbentuk atas kesadaran masyarakat dan pemuda di dua kabupaten dalam menjaga lingkungan agar bersih dan nyaman. untuk kehidupan yang dapat mengurangi resiko bencana alam dan penyebaran penyakit akibat pencemaran udara akibat limbah sampah dan lainnya." ujar Muhammad (Memed) ketua LSM PALA terpilih. Minggu (17/6) di acara pertemuan perdana antar pengurus.


Memed juga menyampaikan Pembentukan Lembaga PALA juga di dukung oleh Ketua presidium LSM (JAMILAH) Jaringan Mitra Lingkungan Jawa Tengah yang didalam nya tergabung 68 LSM pecinta lingkungan lainnya.


"Kita mensyukuri, karena ketua Presidium LSM Jaringan Mitra Lingkungan Jawa Tengah Amiruddin berasal dari Aceh Utara, siap mendukung dan kerjasama sekaligus transfer ilmu bidang lingkungan dan juga dari berbagai LSM lingkungan berbeda. Sehingga dapat memudahkan PALA dalam melakukan gerakan atau aksi lingkungan didaerah dengan bereferensi ke ilmuan serta pengalaman berbagai macam ilmu lingkungan untuk pengelolaan berkelanjutan yang lestari. Serta berpihak pada lingkungan agar kebiasaan masyarakat adat yang positif.


Dalam waktu dekat PALA akan mempersiapkan diri dengan aksi nyata kerjasama dengan NGO lain. Menanam Mangrove seluas 2500 hektar sebagai bakti langsung kepada lingkungan masyarakat dan juga akan dibarengi program-program lingkungan lain supaya cerdas, karena kondisi lingkungan yang ada di kedua kabupaten saat ini sangat memprihatinkan". ujar Memed.





Pada pertemuan perdana sekaligus pembentukan struktur pengurus LSM PALA hadir. Musatafa Kamal direktur Bank Sampah Pelangi Shop Aceh, T. Husni Tahir mantan ketua DKA Aceh Utara, Masri SP tokoh muda Aceh Timur, Rais Azhary pemerhati lingkungan Aceh Timur, Bulkhaini Ahmad tokoh muda Aceh Utara, Zulkifli pemerhati sosial Aceh Utara, Rahmi Nur tokoh perempuan Aceh Utara dan sejumlah undangan lainnya.




Laporan: (M.Nur)