Oknum Debt Colektor Berulah, Seorang IRT Warga Kabupaten Cirebon Kecewa Dengan Perusahaan leasing MCF Cab. Cirebon

Iklan atas Semua Halaman 970x250

Header Menu

Oknum Debt Colektor Berulah, Seorang IRT Warga Kabupaten Cirebon Kecewa Dengan Perusahaan leasing MCF Cab. Cirebon

16 Juni 2019



Cirebon Kota, Journal News.co.id. - Perusahaan  Pembiayaan atau Leasing Mega Central Finance ( MCF ) Cabang Cirebon, Kesambi Kota Cirebon.  Diduga Salah seorang Oknum Debt Colektornya Ambil paksa sepeda motor milik konsumen bernama Ahmad Fahmi Ramdani Fauji, warga dusun maja satu desa sidamulya kecamatan astana japura kabupaten  cirebon, Konsumen bernama Ahmad Fahmi merasa kesal dan kecewa, karena ulah sang oknum debt colektor yang tega ambil motor miliknya ketika dirinya sedang tidak ada dirumahnya,  salah seorang Oknum Debt Colektor perusahaan pembiayaan atau lesing MCF tersebut, Diduga Ambil Paksa motor miliknya dengan alasan Meminjam untuk ambil uang dikediaman rumah Konsumen, dengan alasan meminjam kepada ibundanya Ahmad Fahmi Ramdani Fauji dan ketika itu Ahmad Ramdani sedang tidak ada dirumahnya, jum'at lalu ( 14/6/2019 ) 


Ahmad Fahmi Ramdani Fauji merupakan konsumen MCF Cabang cirebon yang menunggak iuran selama Tiga bulan.





Ahmad Fahmi menceritakan kronologis pengambilan sepeda motor miliknya, Kata Ahmad Fahmi Ramdani Fauji ketika itu dirinya sedang shollat jum'at di masjid bersama sang ayahnya , pas usai shollat jum'at dirinya bergegas pulang kerumah bersama sang ayahnya, sesampainya dirumah Ahmad Fahmi dan Sang ayahnya dikejutkan dengan tangisan adiknya yang berumur sekitar empat tahun dan sang ibundanya pun mengalami shok atas kejadian pengambilan paksa sepeda motor miliknya yang dilakukan Oknum Debt Colektor. Paparnya Sabtu, ( 15/6/2019 ). 


Lanjutnya, Ahmad Fahmi Ramdani Fauji, melihat sepada motor milik atau a/n dirinya yang dibawah oleh oknum debt colektor tersebut, Fahmi pun  langsung mendatangi kantor perusahaan pembiayan atau lesing MCF tersebut, pas Fahmi setibanya di kantor sambil menyerahkan tas milik oknum debt colektor yang ketinggalan dirumahnya dengan membawah surat penarikan serta STNK motor miliknya yang tujuanya menayakan kebenaran apakah betul motor miliknya disita perusahaan leasing tersebut dan ketika Fahmi tiba dikantor MCF Fahmi dimintain STNK motornya Oleh salah satu pegawai Lesing dengan alasan buat keluar motor, selanjutnya Fahmi pun  menyerahkan STNK  motor atas nama dirinya kepada salah satu pegawai lesing tersebut, Usai menyerahkan Tas dan STNK  Ahmad Fahmi  malah  di suruh menghadap  kesana kemari  seperti bola di Oper - oper Oleh  pegawai perusahan pembiayaan lesing dikantor MCF dengan alasan yang tidak jelas. Tuturnya Ahmad Fahmi Kepada awak media Sabtu, 15/6.


Selanjutnya, Fahmi Kembali mendatangi perusahaan lesing tersebut pada sabtu siang sekira pukul 11.45 Wib ( 15/6/2019 ) Tujuanya untuk melunasi sisah tunggakan dan meminta keringanan terkait pembiayaan biaya tarik motor, sesampainya di kantor MCF Ahmad Fahmi diarahkan untuk menemui Pimpinan perusahaan atau Kepala cabang ( Kacab ), Akan tetapi Pimpinan Perusahaan tersebut sudah tidak ada ditempat dan Ahmad pun mencoba untuk hubungi kacab melalui sambungan seluler milik saudaranya, tapi tidak ada jawaban hingga akhirnya Ahmadpun kesal dan kecewa pulang dengan tangan hampa karena hingga kini masih belum ada titik terang terkait motornya yang diduga dipaksa ditarik Oknum debt colektor leasing tersebut. Ungkapnya 



Sementara itu, Ibunda Fahmi bercerita, pada jumat lalu 14/6. saat kejadian pengambilan motor atas nama anaknya tersebut, jum'at lalu datang beberapa orang Oknum debt colektor kerumahnya ketika sang suami dan Anaknya bernama Ahmad Fahmi Sedang pergi Shollat jum'at, Saat itu salah seorang Oknum Debt Colektor tiba - tiba ngasih surat untuk ditandatangani oleh  Sang ibunda Ahmad Fahmi yang  sebagai Ibu Rumah Tangga  ( IRT ) dan  tidak mengerti tentang surat - surat yang di sodorkan oleh Oknum debt colektor agar ibunda Ahmad Fami segera untuk  menandatangani surat tersebut, ibunda Ahmad fahmi pun mencoba hubungi Bapak dan anaknya dulu agar bisa baca isi surat tersebut, akan tetapi Oknum debt colektor bilang nggak usah dibaca bu tinggal tandatangan aja sama ibu gak apa - apa  dengan Nada keras " ucap ibunda ahmad  fahmi sambil menirukan kata Oknum debt colektor 


Lanjutnya, Ibunda Ahmad Fahmi, padahal saya udah memohon agar nanti nunggu anak dan bapak lagi shollat jum'at akan tetapi Oknum debt colektor memaksa saya  untuk segara menandatangani surat penarikan motor dan  selanjutnya Oknum debt colektor membawa motor dengan alasanya meminjam buat ambi uang. Ungkapnya 


" nggak ibu ini sih kami hanya minjam motor saja untuk ambil uang dan seketika itu motor dipinjamkan motor langsung dibawah  dihadapan anak kecil sampe anak kami yang masih kecil menangis " Ujarnya Sambil Ibunda Ahmad Fahmi sambil merasa kesal dan kecewa atas ulah sang debt colektor tersebut


Menurutnya, pada saat itu juga Oknum debt colektor menyerahkan sebuah tas sebagai jaminan dan pada saat tas milik debt colektor dibuka - buka tas tersebut tidak ada nama atau identitas milik Oknum debt colektor. Paparnya 





"Kata Oknum debt colektor bilang ditas yang dijaminkan ini ada identitas miliknya, pas dibuka isi tas tersebut ternyata tidak ada nama identitas Oknum debt colektor tersebut, Ucapnya dengan nada kesal dan kemudian  tas tersebut saya serahkan sama anak saya kemudian anak kami langsung mendatangi kantor MCF dan disana anak kami dipermainkan seperti bola disuruh kesana kemari gak jelas kata anak sayanya,  Ucap Salah seorang Ibu rumah tangga yang merasa  di dibohongin atau di kecewain  Oleh Oknum debt Colektor tersebut. 



Laporan : Tim