Polres Samosir Mendukung Masyarakat Samosir Tolak Provokasi

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Polres Samosir Mendukung Masyarakat Samosir Tolak Provokasi

June 12, 2019

Jonel Sihotang(Si Toke Semua) Sedang Transaksi dengan Petani Di Onan Sihotang.


SUMUT,JOURNALNEWS-Entah apa yang salah dalam sebagian masyarakat kita. Di era zaman now ini dimana perkembangan teknologi informasi begitu pesat, nampaknya tidak diimbangi dengan budaya literasi yang kuat. Bahkan, budaya share sebelum saring, nampaknya sudah menjadi kebiasaan buruk sebagian masyarakat.banyak informasi tanpa di cek kebenaranya sudah di bagi/share.


Polres Samosir mendukung Masyarakat Samosir tolak kerusuhan, berharap jangan ada provokasi sesama anak bangsa, karena persaudaraan dan perdamaian itu indah.


Seperti yang diutarakan Jonel sihotang/tokke semua(40)pedagang sekaligus toke hasil tanaman petani, atau dengan sebutan yang sangat kental dimasyarakat kenegerian sihotang tokke semua, yang sering bertransaksi dengan petani di pekan/onan sihotang desa sampur toba kecamatan harian kabupaten samosir saat ditemui awak media journalnews berharap Masyarakat Samosir untuk tidak melakukan provokasi/hasutan dan ujaran kebencian


Boby Malau,Pengusaha Kapal Motor


"Mohon tidak usah ribut-ribulah karena kita NKRI, kalau ribut atau rusuh kami tidak bisa cari makan,sesama anak bangsa kita harus akur satu sama yang lain.Damai itu jauh lebih indah", ucap si tokke semua Jonel sihotang.


Hal senada juga dikatakan Boby malau(27), warga pintu batu Desa rianiate sebagai pengusaha kapal motor penyeberangan Pittu batu - Sihotang,dia berharap agar di kabupaten Samosir jangan ada yang ribut-ribut apalagi sampai ada kerusuhan.


” Stop ujaran kebencian,Hoax.stop perselisihan tingkat tinggi karena persaudaraan dan perdamaian itu sejuk dan indah, mohon tidak usah ribut-ribut apalagi rusuh.kami menolak kerusuhan, kalau ada keributan atau kerusuhan kami tidak bisa cari makan untuk keluarga kami”, ujar boby malau


Terpisah,Kapolres Samosir AKBP Agus Darojad S.I.K, M.H di Mako Polres Samosir Pangururan meminta kepada masyarakat Samosir untuk tidak melakukan hasutan atau konten konten berbentuk Provokatif.


“Masyarakat diminta untuk tidak melakukan hasutan atau konten konten berbentuk provokatif, STOP PROVOKASI”, ucap Kapolres Samosir, AKBP Agus Darojad S.I.K, M.H di Mako Polres Samosir Pangururan,Rabu (12/6/2019).


Ditegaskan nya, bahwa konten konten provokatif yang disebarkan oleh sejumlah akun di media sosial itu berupa teks, foto, video maupun suara yang isinya ajakan kepada masyarakat untuk melakukan kerusuhan atau berbuat onar, "kita akan tindak tegas Provokasi dan penyebar Ujaran kebencian sesuai UU yang berlaku di negara kita,Negara kita adalah Negara hukum,"tegas Agus Darojad.


Diruangan Kerjanya,Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP. Jonser Banjarnahor mengatakan,Entah apa yang salah dengan kita selaku masyarakat Indonesia. Berbagai macam suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote, tidak ada satupun yang mengajarkan untuk saling membenci. Berbagai macam agama yang ada di Indonesia, juga tidak ada yang menganjurkan untuk saling membenci.


Kapolres Samosir AKBP Agus Darojad S.I.K, M.H (Tengah)Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP. Jonser Banjarnahor.(Sebelah Kanan) & Kapolsek Pangururan  Akp K.Simanjuntak.


Bahkan semua agama yang ada di Indonesia mengajarkan cinta kasih, toleransi dan tetap menghargai keberagaman. Dalam berbagai adat dan budaya yang ada, tidak ada semangat mencari kejelekan. Justru semangat gotong royong yang begitu kuat di seluruh wilayah Indonesia. Karena itulah hampir setiap suku yang ada, mengenal istilah gotong royong.


"Ingat, provokasi dan berita bohong berpotensi memberikan dampak negative bagi kita dan negeri yang kita cintai ini,"pesan Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP. Jonser Banjarnahor.




Sartono sihotang(Ton's)