Sidang Perkara Narkoba Tidak Sebutkan BB 86 juta, Dalih KBO Polres : Itu Terpisah Diproses TPPU

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Sidang Perkara Narkoba Tidak Sebutkan BB 86 juta, Dalih KBO Polres : Itu Terpisah Diproses TPPU

June 11, 2019

Keterangan foto : Press Rilis Polres Indramayu terkait perkara Narkoba yang melibatkan seorang sipir Lapas


INDRAMAYUKasus sindikat penyelundupan narkoba di Lapas Klas II B Indramayu yang melibatkan seorang Sipir Lapas kini telah melalui proses sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN), pada Senin (10/06/2019) kemarin.


Namun ada yang janggal dalam sidang dakwaan ini, karena barang bukti yang disebutkan berbeda dengan konferensi pers yang dilakukan oleh Polres Indramayu pada tanggal 01 Maret 2019 lalu.


Baca Juga: 

SatNarkoba Polres Indramayu Sita 140 gram Sabu Jaringan Narkoba Lapas Kelas II B Indramayu


Saat Konferensi Pers, Polres menyebutkan telah berhasil menyita 1,5 ons sabu serta uang tunai sejumlah Rp. 86.000.000,- , sedangkan pada  sidang dakwaan di PN Indramayu tidak menyebutkan Barang bukti (BB) sejumlah uang tunai sesuai konferensi pers.


Baik pihak PN maupun Kejaksaan  mengaku tidak tahu menahu perihal BB uang tunai sebesar Rp. 86.000.000,-  karena mereka hanya menerima berkas pelimpahan.


"Kami (PN Indramayu_red) hanya menerima atau menela'ah pelimpahan berkas dari Kejaksaan dan berdasarkan tanda terima barang bukti (P34) BB dimaksud tidak terlampir dalam berkas yang kami terima,  jikapun ada BB berupa uang tunai sejumlah tersebut, pasti akan kami masukkan kedalam register barang bukti, sekecil apapun bentuknya BB, jika ada dalam berkas pelimpahan pasti akan kami masukkan ke dalam register barang bukti" ucap Suparno Panitera Muda Pidana PN Indramayu ditempat kerjanya pada selasa 11/6/2019.


Suparno juga menyebutkan rincian barang bukti yang masuk dalam register PN Indramayu, salah satu rincian barang bukti yang dia sebutkan ada sejumlah uang tunai senilai ratusan ribu rupiah.


"1 bungkus kertas putih yg di lakban bening berisi 5 paket sabu dibungkus plastik klip bening dimasukan kembali kedalam plastik klip bening, 1 unit hp merk xiomi warna putih, 1 unit hp merk mito warna hitam, uang tunai Rp. 400.000,-, 1 buah dompet warna hitam, 1 STNK Sepeda motor hinda scoopy warna merah hitam plat nomor E 4733 PAW a/n Endang Jubaidah alamat Blok. Watan RT/RW 009/003 desa kasmaran kec. Widasari kab. Indramayu dan 1 unit sepeda motor scoopy warna hitam plat nomor E 4733 PAW beserta kunci kontak." Tambah Suparno 


Sebelumnya, Hal senada juga diungkapkan oleh pihak Kejaksaan yang bertugas mengolah pelimpahan berkas perkara tahap ke 2 dari polres Indramayu.


"Sesuai berkas pelimpahan seperti itu, ya itu saja yang kami kerjakan." Ungkap Wulan selaku Jaksa Penuntut umum (JPU) usai sidang Dakwaan perkara tersebut pada senin 10/6/2019.


Sementara itu, Andi, salah satu terdakwa membenarkan adanya BB sejumlah uang tunai yang di sita langsung saat polisi menangkap dia dikediamannya, "Uang itu, saya disuruh ambil dari rekening saat penangkapan, tapi saat sidang tadi, uang itu tidak disebutkan." Cetus dia di jeruji tahanan PN Indramayu usai sidang.


Terpisah, pihak polres Indramayu melalui Kasat Narkoba Akp Deni Rusnandar SH, ketika ingin di temui, melalui aplikasi perpesanan menjawab sedang diluar kota, melalui aplikasi tersebut kasat juga memberi petunjuk untuk menemui bawahannya. "Saya dibandung, bisa Ke KBO saja." Ungkapnya.


Sesuai petunjuk yang telah diberikan, Iptu Wawan Selaku KBO  Satnarkoba diruangannya berdalih bahwa BB uang tunai tersebut sedang disidik TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang)


"Sesuai perintah Kapolres, uang tersebut disidik TPPU, uang masih ada di Pak Kasat & berkas masih berjalan karena diproses terpisah dengan kasus narkotika." Katanya.


Di pertanyakan tentang Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), ia beralasan bahwa SPDP belum dikirim ke pihak Kejaksaan karena harus melengkapi proses ke Pusat Pelaporan & Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).


"SPDP belum dikirim karena kami harus melengkapi ke PPATK, lalu harus ada saksi yang menilai apakah kasus ini masuk atau tidak ke TPPU-nya." Tandasnya.


Selain itu, ia juga berkilah bahwa perkara tersebut dipisah agar terdakwa mendapat 2 kali hukuman.


"Kita menunggu putusan kasus narkotika, baru ini (TPPU_red) maju,  kalau digabung nanti keenakan tersangkanya, karena misal disatukan 1 laporan nanti yang diputus ancaman tertinggi, sehingga kasus pencucian uang ini bias, Kalau dipisah, maka hukuman bagi tersangka akan bertambah."


Laporan: EM / Tim