Terindikasi adanya perubahan perolehan suara di tingkat PPK, Koordinator AMPD Galih Widyaswara laporkan dugaan tindak pidana Pemilu ke Bawaslu.

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Terindikasi adanya perubahan perolehan suara di tingkat PPK, Koordinator AMPD Galih Widyaswara laporkan dugaan tindak pidana Pemilu ke Bawaslu.

June 10, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}


CIANJUR - Kisruh persoalan perolehan suara pada Pemilu serentak 2019 lalu, masih berlanjut hingga sekarang. Aliansi Masyrakat Peduli Demokrasi (AMPD) bahkan melaporkan dugaan penggelembungan suara yang disinyalir menguntungkan salan seorng Caleg di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Cianjur ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur pada Senin, (10/6/2019).


"Kita pidanakan para terduga pelaku yang terindikasi merubah suara pada Pemilu lalu," terang Koordinator AMPD Galih Widiyaswara usai membuat laporan di Kantor Bawaslu Cianjur Jalan Aria Wirata Nudatar No. 03 Kecamatan Karangtengah.


Bukti laporan di Bawaslu Cianjur pun teregistrasi dengan nomor 14/PEN/BAWASLU.JB.06/PP/13.15/VI/2019. Didalamnya terdapat penyertaan lampiran bukti C1 dari barbagai TPS yang ada di Kecamatan Cipanas dan Kecamatan Pacet.


"Dari tingkat TPS hingga PPS, sama, tidak ada perubahan perolehan suara. Baru pada dokumen DA1 di tingkat PPK, jadi berubah," katanya.


Dari perubahan tersebut, tambah Galih, ditenggarai sangat menguntungkan seorang Caleg untuk DPRD Kabupaten nomor urut 7 dari Partai Golkar Dapil 2 Cianjur yang meliputi Kecamatan Cikalongkulon, Sukaresmi, Cugenang, Cipanas dan Pacet.


"Terlapor tindak pidana Pemilu yang saya maksud adalah PPK Cipanas dan PPK Pacet," tandas Galih. 




Laporan: (Rupe)