TKW Asal Indramayu Yang Hilang Kontak Di Malasyia Tidak Ditemukan Datanya Di BP3TKI

Iklan Semua Halaman

Header Menu

TKW Asal Indramayu Yang Hilang Kontak Di Malasyia Tidak Ditemukan Datanya Di BP3TKI

June 23, 2019
{[["①","❶"],["②","❷"],["③","❸"],["④","❹"],["⑤","❺"]]}




Indramayu.Journalnews | TKW Asal Indramayu bernana Ayu Anjani (19) dari Desa Jayalaksana Kec, Kedokanbunder, yang hilang kontak selama 20 bulan sejak ia berangkat ke Malasyia pada Bulan Oktober 2017 lalu, selanjutnya tidak ditemukan data dokumen nama Ayu Anjani di Badan Perlindungan Penempatan dan Pekerja Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kab, Indramayu.


." ya mas, tidak muncul di komputernya atas nama Ayu Anjani, artinya diduga Ayu Anjani ini diproses melalui Non Prosedural." Ujar Ali Staf BP3TKI Kab, Indramayu,  Kamis (20/6)


Ali mengatakan PMI atau TKI,TKW dari Kab, Indramayu,yang prosesnya secara Prosedural otomatis akan muncul datanya di Sistem BP3TKI dan BNP2TKI.


."Nama PMI pasti terdata disini, Bila prosesnya melalui PT pada PPTKIS." ujarnya


Terkait tidak munculnya data Ayu Anjani,  membuat Taruna Ayah Kandung dari Ayu Anjani menceritakan kronologis pemberangkatan Anak Perempuan Pertamanya


."Berangkat pada Tahun 2017 lalu, dan Ayu Anjani berangkat masih berusia 17 tahun, namun oleh Sponsor Di gelembungkan umurnya menjadi 23 tahun." kata Taruna


Taruna juga menceritakan kabar terakhirnya, sewaktu perjalanan ke Malasyia mau naik kapal laut, setelah beberapa jam hilang kontak.


."Sejak itu, Ayu Anjani masih bisa ngabari mau naik kapal laut, usai 1 jam naik kapal laut hilang kontak hingga sekarang belum ada kabar beritanya." ucap Taruna, Ayah Kandung Ayu Anjani, Kamis ( 20/06/2019) dikediaman kontrakannya Di Desa Cangkingan


Taruna mengatakan, Ayu Anjani diberangkat oleh oknum sponsor bernama Ibu Cerri warga Segeran Kidul. Kemudian oleh Ibu Cerri, Ayu Anjani dibawa ke Penyalur bernama Ibu Merri.


" Setahu saya, Ayu Anjani di bawa Ibu Cerri ke Pamanukan Kab,Subang ditempatkan diKediamannya Ibu Merri (Penyalur),tapi saya tidak ikut,dan tidak tahu rumah Ibu Meri." katanya


Terkait umur Ayu Anjani yang masih berusia 17 Tahun, dan ada ijin darinya,  Taruna tegas menuding Sponsor lah yang berani memprosesnya."saya orang awam, awalnya Ayu Anjani pingin sekali kerja ke luar negeri, namun saya katakan kamu masih berusia 17 tahun gak bisa berangkat, tetapi Setelah bertemu Sponsor Ibu Ceri warga Segeran Kidul itu, Dia mengatakan bisa di proses." uangkapnya 


Dengan kejadian itu, Kemudian Taruna Bersama Suparno dari Lembaga Investigasi Negara DPC Kab, Indramayu mendatangi Kantor BP3TKI untuk mengadukan Atas Hilangnya Ayu Anjani





Sementara itu, Perwakilan BP3TKI,  Ibu Nisa, mengatakan pengaduan yang sudah diterimanya, akan dikordinasikan ke Dinas Dinas terkait, BNP2TKI serta ke Kepolisian." Pasti di tindak lanjuti, Tinggal nunggu kabar selanjutnya, kami akan kordinasikan dulu." Tegasnya.



Laporan: (bd)