Brigade GPII Mendukung Rencana Kenaikan Gaji TNI Demi Kedaulatan Bangsa

Iklan atas Semua Halaman 970x250

Header Menu

Brigade GPII Mendukung Rencana Kenaikan Gaji TNI Demi Kedaulatan Bangsa

10 Juli 2019



BANDUNG - Desas desus mengenai rencana kenaikan gaji pokok dan perumahan layak bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 2020, sebagaimana yg disampaikan dalam pembahasan pendahuluan RAPBN dan RKP 2020 oleh anggota banggar DPR. Kemudian mendapat apresiasi dari Koordinator Pusat Brigade Gerakan Pemuda Islam Indonesia (Korpus Brigade GPII). Robbi selaku Korpus Brigade GPII menjelaskan, pihaknya sangat mendukung langkah DPR dalam menaikan gaji pokok TNI. Ia berharap rencana tersebut agar teralisasikan dengan cepat, mengingat tugas TNI yang sangat besar.

"Brigade GPII dalam hal ini mendukung agar usulan tersebut dapat segera direalisasikan, sehingga para prajurit TNI dapat menerima gaji sesuai dengan tugas dan fungsi mereka yang sangat besar cangkupannya," ungkapnya pada media (10/07/2019)

Lanjut Robbi, yang harus diperhatikan oleh semua elemen mengenai amanah serta sumpah bakti TNI pada bangsa. 

"Tanggung jawab yang diemban tentunya menuntut profesionalitas, dedikasi dan integritas tinggi, hingga nyawa dipertaruhkan dalam rangka memegang sumpah setia prajurit mengawal kedaulatan NKRI," ujar robbi.

Ada beberapa pertimbangan yang membuat Brigade GPII mendorong usulan tersebut harus segera di eksekusi dan di ketuk palu oleh DPR. 

"Ada beberapa hal yang mendorong agar usulan kenaikan tersebut dapat segera terealisasi, pertama tuntutan idealisme itu menanggung resiko, kedua tugas meninggalkan keluarga setiap hari namun  hanya diberikan sandang pangan dan papan (SPP), menjadi sangat ironi, ketiga beban tugas pengabdian sebagai pilihan. Semestinya diimbangi dengan pemberian hak-haknya dengan utuh dari Pemerintah agar moralitasnya tidak digerus oleh godaan uang, serta loyalitasnya tidak digoyahkan lagi akibat kemelaratan ekonomi," tegasnya. 

Kemudian, Robbi tidak ingin adanya perbedaan tunjangan antara TNI dan Polri. Karena kedua lembaga negara ini harus sinergis dalam menjaga keamanan dan kedamaian Bangsa. 

"Sinergisitas TNI dan Polri harus tetap terjaga, karena kedua institusi ini merupakan kekuatan besar negara Indonesia, maka berbagai potensi yang dapat mengganggu sinergisitas tersebut harus diminimalisir. Adanya perbedaan tunjangan antara TNI dan Polri,  jangan sampai memberi peluang bagi oknum yg tidak bertanggung jawab untuk memprovokasi sehingga timbul gesekan yang merugikan semua pihak, tutup Robbi.



Laporan: A Yani