Sempat Viral Di Medsos TKI Asal Cirebon, Pemdes Pegagan Lor Tanggapi Serius

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Sempat Viral Di Medsos TKI Asal Cirebon, Pemdes Pegagan Lor Tanggapi Serius

August 16, 2019


JOURNALNEWS | CIREBON


Viral, Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia, Asal Desa Pegagan Lor Rt.Rw. 01.01.  Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Kabar keberadaan TKI tersebut yang di ketahui bekerja di Yordania, diduga hilang kontak sejak tahun 2017 lalu dengan keluarga di tanah air, diketahui TKI bernama Patona (27) berangkat pada tahun 2009 silam, membuat pasangan suami istri Warnata dan Tawi (48) mersa cemas, bingung dan khwatir, karena tidak bisa berkomunikasi dengan anaknya sejak tahun 2017 lalu, pihak keluarga pun sudah melaporkan dan meminta bantuan pemdes pegagan lor terkait kasus tersebut pada tanggal 13/8  beberapa hari lalu, bahkan sempat viral di media sosial (Medsos) juga telah diberitakan beberapa media Online, menjadi perbincangan warga net yang langsung direspon cepat oleh pemdes desa pegagan lor. Jum'at ( 16/8/2019) .



Kepala Desa Pegagan Lor, Dra Hj. Ii Fariyani, menjelaskan, bahwa benar ada salah satu warganya TKI bernama Patona tersebut yang sebelumnya ramai diperbincangkan di  media sosial dan telah diberitakan oleh beberapa media online terkait hilang kontak tersebut, itu pun mendapat tanggapan serius dari pemerintah desa pegagan lor. Ujarnya

Sambungnya, Ii Fariyani, kami langsung menurunkan perangkat desa untuk mengklarifikasi kembali kebenaranya, dan bahkan barusan tadi hari ini kami  sudah panggil orang tuanya (Tawi)  dan memang betul TKI bernama Patona warganya yang bekerja di Yordania sudah 10 tahun, tapi sejak tahun 2017 lalu  memang betul bahwa pihak keluarga (kedua orang tua)  tidak perna dapat kabar tentang anaknya itu sejak tahun 2017 lalu. Paparnya 


Lanjutnya, setelah mendapatkan laporan dari pihak keluarga (kedua orang tua) Patona,  perangkat desa kami khususnya juragan atau poldes segara ambil langkah cepat untuk mencari dan  menelusuri keberadaan penyalur jasa spnsor itu, untuk meminta keterangan langsung, dengan dibantu oleh  bhabinkamtibmas desa Brigadir Tedi anggota polsek kapetakan resor cirebon kota, alkhamndulillah sudah tahu tempat lokasi rumah jasa penyalur sponsornya tersebut bahkan pihak kami sudah bertemu dengan tenaga penyalur sponsor tersebut, tapi sponsor tersebut sedang dalam keadaan sakit (struk). Paparnya 

Terkait adanya kasus warganya yang katanya hilang kontak antara kedua  orang tua bernama Warnata dan Tawi (48) dengan anaknya bernama Patona (27)  yang kini anaknya diketahui masih bekerja di Yordania selama 10 tahun tersebut, sebetulnya itu permasalahan pribadi anatara anak dengan orang tuanya itu sendiri  yang diduga tidak harmonis hubungan anatara anak dan kedua orang tuanya tersebut, buktinya ada salah satu keluarga (kakaknya) mencoba menghubungi Patona (TKI) bisa komunikasi lewat video call telepon selulur dan juga bahkan selalu kasih kabar sama saudaranya atau kakaknya tersebut selain itu, juga Patona (TKI) tersebut sudah tahu kalau dirinya telah diberitakan diberbagai media online dan medsos " Patona mengatakan dalam perbincangan melalui video call dengan saudaranya (kakaknya)  sempat bilang bikin malu-maluin saja sampai rame viral di media sosial maupun media Online " katanya 

Dra Hj. Ii Fariyani, menegaskan bahwa TKI bernama Patona (27) yang merupakan anak kedua pasangan suami istri Warnata dan Tawi (48), bahwa Patona (TKI) asal desa pegagan lor, kecamatan kapetakan, kabupaten cirebon, provinsi Jawa Barat, Sudah diketahui keberadaanya dan dia ditempat kerjanya dalam keadaan baik-baik saja, selain itu, juga Patona selalu berkomunikasi hanya dengan saudara kandungnya atau kakaknya hingga saat ini selalu komunikasi ke tanah air, bahkan Patona (TKI) sempat bilang rencananya akan pulang ke kampung halamanya pada bulan Desember 2019 ini.
Tegasnya Kepala Desa Pegagan Lor, Dra Hj. Ii Fariyani didampingi juragan atau poldes Sudiana dengan Bhabinkamtibmas desa Brigadir Tedi bertempat di aula desa pegagan lor, kecamatan kapetakan, kabupaten cirebon.

Sementara itu, Ketua Rt dan Rw 01.01. Desa pegagan lor, Mukti dan Tayagung mengatakan hal yang sama bahwa diduga kuat hubungan antara anak (Patona) dengan kedua orang tuanya (Warnata dan Tawi) tidak harmonis, akhirnya Patona tidak perna kasih kabar atau sudah tidak lagi menghubungi kedua orang tuanya, tapi Patona selalu berkomunikasi ke tanah air dengan kakaknya bernama Mistana dan juga saudaranya bernama Wakini, Patona juga sudah tahu semua bahwa dirinya sempat viral beberapa hari trakhir di medsos dan media online, " Malu-Maluin Saja sampe Viral" kata Patona (TKI) ungkap ketua Rt Mukti (45) sambil menirukan kata Patona TKI tersebut melalui Video Call telpon seluler ketika komunikasi dengan Mista Dan Wakini (Saudara) Patona. Tutur Mukti 

Lanjutnya, Mukti, sebetulnya kedua orang tua Patona (27) menginginkan anaknya yang bekerja selama 10 tahun di Yordania supaya cepat segera pulang ke kampung halamanya. Itu saja permintaan kedua orang tuanya, namun setelah Patona komunikasi sama saudaranya (kakanya) mengatakan akan pulang nanti di akhir tahun, bulan desember 2019 ini. Tandasnya Ketua Rt dan Rw. 01.01. Mukti bersama Tayagung ketika dikonfirmasi awak media dikediamanya


Laporan: Wadira