Notification

×

Iklan

Iklan300x100

30 Anak-anak Dan 64 Warga Rohingya Terkatung-Katung Di Perairan Aceh Utara

Thursday, June 25, 2020 | 13:00 WIB Last Updated 2020-06-25T06:00:23Z

ACEH UTARA //- 94 jiwa warga Muslim Rohingya di antaranya 30 orang usia anak-anak , 49 Perempuan dewasa dan 15 orang lelaki dewasa masih terkatung-katung sejak tadi malam di perairan bibir pantai  Kuala Lancok ,Kecamatan Syamtalira Bayu ,Kabupaten Aceh Utara, sebelumnya terdampar di perairan Teupin Kuyeun Kecamatan Seunuddon ,Kabupaten Aceh Utara, Kamis (25/06/2020).

Kapal yang mereka tumpangi telah karam dan sekarang memakai tumpangan kapal nelayan setempat. Sebelumnya ditemukan terdampar di perairan Pesisir Aceh Utara,pada hari Rabu (24/06/2020), lalu digiring melalui jalur laut ke Kuala Lancok ,Kecamatan Syamtalira Bayu untuk di evakuasi.

Proses evakuasi dibatalkan, rencananya pihak terkait akan memeriksa kondisi kesehatan dan memperbaiki bagian kapal yang rusak serta memberi logistic makanan selanjutnya diarahkan kembali ke Negara asalnya.

Saat ini Belum ada tindak lanjut terhadap nasib pengungsi Rohingya untuk menjalani perawatan kesehatan secara layak terutama bagi usia anak-anak yang sangat menyedihkan karena berada dalam koindisikan berdesakan dalam kapal.


Alasan terkait pandemic covid 19 khsusunya sehingga warga Rohingya tidak dibenarkan dilakukan evakuasi pendaratan di Kuala Lancok ,Kecamatan Syamtalira Bayu ,Aceh Utara .Tim petugas gabungan TNI-Polri dan Tim Basarnas melakukan pengawasan keberadaan warga Rohingya. Informasi semetara terhimpun dilapangan. 

Sekretaris komisi 5 DPRK Aceh Utara, Zulkarnen, S.Pd  mengharapkan pemerintah Aceh Utara dan pihak terkait lainnya agar segera menjemput mereka dari laut untuk di bawa ke darat dan perlakukan sesuai protokoler covid-19.

“Mereka saudara kita yang harus kita bantu mengingat ada 30 anak anak di bawah umur yang harus kita selamatkan, jangan tolak mereka,” Ungkap Tengku Zulkarnen, pada salah satu media online.


Laporan: Sayful Tanlus
×
Berita Terbaru Update