Notification

×

Iklan

Iklan300x100

ABU PANGLIMA: ROHINGYA DAN RASA KEMANUSIAAN DITENGAH PANDEMI COVID 19

Thursday, June 25, 2020 | 12:56 WIB Last Updated 2020-06-25T05:56:31Z

ACEH //-Menyikapi kehadiran warga Rohingya ke Perairan Selat Malaka, Aceh sejak Rabu malam (24/06/2020), dan hingga hari ini ,Kamis (25/06/2020) masih berada di pesisir pantai Kuala Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.

Warga Rohingya berjumlah 94 jiwa dianataranya 30 orang usia anak-anak ,49 Perempuan dewasa dan 15 orang lelaki dewasa, yang sebelumnya terdampar di perairan Seunuddon Kecamatan Seunuddon ,Kabupaten Aceh Utara hari Rabu (24/06/2020).

Abu panglima sebagai ketua Komite Nasional Solidaritas untuk Rohingya (KNSR), mengatakan didepan awak media, kami mendorong pemerintah untuk menerima mereka untuk turun ke darat demi rasa kemanusiaan walaupun dalam kondisi wabah pendemi Covid 19, kita harus tetap mengedepankan nilai nilai kemanusiaan dengan tetap mematuhi protocol covid 19.


"Merujuk asas non refoulement bahwasanya boat people tidak bisa dikembalikan ke daerah asalnya kalau mereka sudah masuk perairan laut territorial Indonesia dengan jarak 12 mil , non refoulement masuk kategori International customary law, walaupun Indonesia belum ratify Refugee Convention 1951, asas ini tetap berlaku", katanya. 

"Dan KNSR akan terus mengawal supaya warga Rohingnya yang terdampar di Aceh dengan menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan dengan tetap mematuhi protocol covid19 dan kami dari KSM akan terus mengawal supaya warga rohingya yang terdampar di Aceh terpenuhi atas kebutuhan dasar untuk menyambung hidup tanpa mengabaikan protocol covid19", tutupnya. 


Laporan: Sayful Tanlus
×
Berita Terbaru Update