Notification

×

Iklan

Iklan300x100

Dandim Cianjur Isbatkan 100 Pasutri Nikah Siri, Belum Memiliki Buku Nikah

Friday, June 12, 2020 | 16:15 WIB Last Updated 2020-06-12T09:15:54Z

CIANJUR//-  Sebanyak 100 orang pasangan suami istri (Pasutri) belum memiliki surat nikah secara sah di mata hukum, diisbatkan oleh Kodim 0608/ Cianjur dan Pengadilan Negeri (PN) Agama, Kabupaten Cianjur,  Jawa Barat, Jumat (12/6/2020).

Kepala Pengadilan Negeri Agama, Kabupaten Cianjur, Dr H Ajib Izudin SH MH, menyampaiakn, isbat nikah massal berbeda dengan acara nikah massal. 

Jelasnya, kalau isbat nikah mengesahkan pernikahan yang telah dilakukan pada masa lalu. Itu tanpa ada bukti hukum, atau nikah di bawah tangan alias nikah siri istilahnya.

"Isbat nikah berkaitan dengan hukum, pernikahan dan menghasilkan buku nikah secara resmi," katanya.

Masih papar, H. Ajib, sedangkan nikah siri meski syarat dan rukunnya dilakukan tapi tak mempunyai kekuatan hukum. Isbat nikah, bisa membantu warga, untuk mengurus administrasi kependudukan dan lainnya.

Jumat (12/6/2020) pagi, terlihat ratusan pasangan ini diisbatkan secara hukum di tiga tempat yang berbeda. Yaitu, di Kecamatan Ciranjang, Kecamatan Warungkondang, dan Kecamatan Cipanas.

Sementara itu, Dandim 0608/Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani memaparkan, inisiatif adanya isbat nikah. Karena, melihat masih banyak warga Cianjur yang menikah belum secara hukum nasional. Maka bantuan berupa bansos dan lainnya sulit, karena tidak punya surat nikah, dan kartu keluarga (KK).

"Nah, saat ini dari 371 ribu KK warga miskin di Cianjur ada sekitar 21 ribu yang tidak memiliki data kependudukan," terangnya, meski setelah isbat nikah tak langsung mendapat bantuan sosial dan sejenisnya.

Dandim 0608/Cianjur menyambungkan, namun tapi hal ini warga bisa mengurus administrasi kependudukan. Tujuan diselenggarakannya isbat nikah, untuk membantu warga prasejahtera.

"Sehingga bisa mengurus administrasi kependudukan dan lainnya," ujar Rendra.

Terakhirda ia menambahkan, ada sekitar 100 pasangan suami istri (Pasutri) yang diisbatkan hari ini,.

"Itu paling tua umurnya 69 tahun paling muda 20 tahun," pungkasnya Dandim.

Terpisah, Abdurahman (52) seorang peserta Isbat nikah mengaku, sudah 21 tahun menikah dan mempunyai seorang anak.

Masih katanya, namun selama ini ia belum sempat mengurus surat nikahnya.
Sekarang merasa bersyukur bisa mengurus surat surat. Artinya, saat menikah dulu ia terkendala ekonomi, untuk menghadirkan penghulu di pernikahan sebelumnya.

"Sebetulnya, terkendala ekonomi untuk menghadirkan penghulu saat menikahi istrinya. Atas program bantuan ini sangat terbantu sekali," ujarnya.


Intinya, lanjut dia menuturkan, di kampung selamat dulu, hanya perwakilan keluarga dan beberapa tokoh yang hadir, belum mampu menghadirkan penghulu saat itu.

"Kami ucapkan terima kasih kepada pak Dandim dan Pengadilan Negeri (PN) Agama Kabupaten Cianjur, karena sudah menggelar acara ini," paparnya.


Redaksi
×
Berita Terbaru Update