-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dugaan Situs Purbakala Di Kampung Parabon Pojok Desa Ciloto-Puncak Menuai Kontro Versi di Masyarakat

Saturday, 20 June 2020 | 20:53 WIB Last Updated 2020-06-20T13:53:27Z

Journalnews Cianjur //--
Bongkahan batu yang diduga mengandung nilai sejarah di Kampung Parabon pojok-Pasir Sumbul Lebak, di wilayah Desa  Ciloto, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur mendadak viral di medsos.
Berita menghebohkan itu Kepala desa Ciloto pun angkat bicara.pasalnya, berita yang viral itu belum akurat kebenarannya, sudah dideklarasikan akhirnya resahkan masyarakat.

"Kejadian viral ini mungkin ada aktornya di balik itu," tandas Marwan Kades Ciloto-Cipanas saat dihubungi, Sabtu (20/6)

Menurut Kepala Desa Ciloto, temuan yang diklaim sebagai  situs purbakala tersebut dilakukan oleh Tim napak tilas Museum Prabu Siliwangi (TMPS) Sukabumi (Selasa 18/6)  obyeknya berada di kawasan TNGGP yang kini dikelola CV LPS/Alenka, seluas 2 hektar.

Atas viralnya berita itu pihak desa sangat kecewa lantaran tergesa-gesa memposting tanpa prosedur maupun koordinasi atau menggali informasi ke sesepuh warga setempat maupun kepada pemerintahan.

"Pihak TMPS ke desa hanya melayangkan surat jenis proposal.namun Selasa kemarin di lapangan, Tim TMPS dengan mengikut sertakan sejumlah jurnalis dari Sukabumi mendeklarasikan adanya situs purbakala, hingga viral di medsos termasuk youtube"ujar Kades

Dikatakan, sepengetahuan Kades, lokasi tersebut merupakan vier campingground sudah berjalan dua tahun.  Terkait adanya situs purbakala, pihaknya tengah menelusuri informasi yang masuk,

"Saat ini informasi  masih simpang siur, misalnya, adanya laporan kegiatan ritual, adanya penggalian dan pemindahan batu" tukasnya.

Pegiat budaya lokal Tim Sabaleweung
bersama  Tim Pegiat Lingkungan hidup dan konservasi alam DPC Hipakad Cianjur  menelusuri ke lapangan dan bertemu dengan Marta (60) salah seorang warga Kp.Parabonpojok yang mengaku dari kecil bermukim hingga bercocok tanam  di kawasan tersebut.

Menurutnya,  bongkahan-bongkahan batu itu asal dari bentengan tebing yang longsor beberapa waktu lalu hingga berserakan, lalu ditata sebagai pelengkap area Campinggroud, "batu besar  relatih pipih ditata gunanya untuk ngaso (tempat duduk istirahat) dan sesi foto-foto pengunjung."terang Marta melalui Tim Sabaleuweung.


Temuan yang disertai penggalian dan pemindahan bebatuan sangat disayangkan, karena daerah itu resapan air yang masuk pada wilayah hutan lindung

"Alangkah indahnya jika kegiatan itu didasari prosedur dan koordinasi. Juga mencari informasi dari sesepuh warga setempat, jangan langsung di viralkan" ujar Poroy dari Tim pegiat lingkungan hidup DPC Hipakad Cianjur.

Laporan : Liko/Wawan
×
Berita Terbaru Update