-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Inilah Tuntutan Warga Jayagiri, Pertanyakan Transparansi Program Bantuan ke Desa?

Monday, 22 June 2020 | 22:41 WIB Last Updated 2020-06-22T15:57:24Z
Kades Wawan : Pihak Desa Siap Tampung Aspirasi, Transparan dan Janji Akan Mengajukan Program Bantuan Juga Mengutamakan Pelayanan Masyarakat.


CIANJUR//-   Di tengah pandemi Covid-19, ratusan warga Desa Jayagiri, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar unjuk rasa (Unras) mempertanyakan transparansi program bantuan dari pemerintah.

Massa meminta, harus bisa tepat sasaran juga minta keterbukaan informasi publik (KIP), pukul 01.30 WIB, Senin (22/6/2020) hingga sore.

Unras damai berakhir audensi (mediasi), yang digelar tersebut, disambut baik oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat juga dihadiri langsung Kepala Desa (Kades) setempat, pihak kecamatan beserta jajarannya. Pengamanan, dikawal ketat jajaran anggota Polsek Sukanagara dan anggota Koramil Sukanagara.

Akah (40) seorang tokoh pemuda setempat, mengatakan, keinginan warga pada dasarnya ingin ada transparansi mengenai sejumlah anggaran bantuan dikucurkan dari pemerintah. Baik itu, Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur, provinsi maupun pusat. Tidak ada maksud kontek lainnya, ada beberapa point tuntutan aspirasi warga sini.

"Bukan soal dana bantuan sosial langsung (BST), anggaran Covid-19, dan bantuan pangan non tunai (BPNT). Tapi yang lainnya juga harus ada keterbukaan informasi publik (KIP)," pintanya, diamini, kordinator aksi Unras, Ajun, mewakili warga setempat.

Sementara itu, tuntutan disampaikan warga setempat diantaranya, bentuk transparansi anggaran Covid-19 (tidak tepat sasaran seolah-olah desa menutupi proses sosialisasi) terlihat diantaranya waktu penyerahan. Lalu, proses mengenai zakat fitrah, tentang Satpol-PP desa kedudukan dan pangkat harus selektif, pengangkatan aparatur desa harus sesuai kriteria misalnya pendidikan, pelayanan terhadap masyarakat, kades harus mengutamakan kepentingan masyarakat, jangan ada rangkap jabatan, jangan tumpang tindih jabatan, menuntut kades soal janji kampanye, ganti LPM karena sudah menjabat selama 3 tahun, bentuk organisasi karang taruna sesuai kepengurusan dan fungsinya, dan terakhir pembenahan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan bisa memperingan mengenai biaya.

"Segala program bantuan apapun juga, itu harus tepat sasaran. Dan, diberikan kepada warga sesuai yang berhak. Jelasnya, sebagai penerima manfaat bisa sama rata," harap Akah.


Akah menyambungkan, intinya dalam segala hal atau bidang bantuan apapun juga harus ada keterbukaan. Artinya, jangan ditutup-tutupi. Karena, aspirasi disampaikan warga ini, untuk kepentingan semuanya juga. 

"Ya, bukan kepentingan untuk sekelompok atau individu saja. Tapi, membantu juga pihak desa dalam bekerja. Biar pelayanan lebih baik dan ndesa ini bisa maju, berkembang dan warga sejahtera," katanya kepada awak media, selesai menyampaikan aspirasi di aula desa setempat.

Pihak desa setempat menjembatani untuk audensi, menyampaikan pendapat, ada sekitar 10 orang perwakilan dari massa aksi difasilitasi. Namun, tetap mengutamakan protokol kesehatan, diantaranya, dengan jaga jarak, menggunakan masker dan cuci tangan yang sudah disediakan.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Jayagiri, Wawan S menjelaskan, semua aspirasi warga yang disampaikan akan ditampung dan akan diterima dengan baik. Justru sangat berterima kasih atas kritik membangunnya, dan nanti akan dilaksanakan mengenai permasalahan-permasalahan saat ini, yang menyangkut semua masalah bantuan apapun juga.

"Saya akan mengajukan ke tingkat Pemerintah Daerah (Pemda), provinsi juga pusat. Mungkin saat ini ada aspirasi masyarakat baik dan akan disampaikan nanti," katanya.

Sementara, untuk bantuan anggaran atau dana 
Covid-19 ada sekitar 173 orang BST, laku bantuan provinsi (Banprov) sekitar 86 orang keluarga penerima manfaat (KPM), dan PKH ada sekitar 400 orang lebih ada.


Masih terang Wawan.Nah, itu yang sisa dan ditambah mungkin dari anggaran dana desa (DD) yang akan dicairkan dari jumlah 500 hanya bisa menerima atau dapat itu kurang lebih 182 orang, untuk bantuan langsung tunai (BLT).

"Jadi bantuan yang belum tersalurkan itu hanya BLT dari dana desa (DD) saja kang? itu juga dari jumlah 500 tersisa, mendapatnya hanya 182 orang," papar dan tutupnnya Kades Jayagiri, saat ditemui langsung setelah selesai audensi dengan warga setempat. 


Redaksi
×
Berita Terbaru Update