Notification

×

Iklan

Iklan300x100

Kasus Pencabulan Anak dibawah Umur Ormas DPC BPPKB Cirebon Angkat Bicara

Tuesday, June 2, 2020 | 14:06 WIB Last Updated 2020-06-02T07:43:02Z

CIREBON //-  Dugaan 
Kasus kekerasan seksual terhadap anak  kembali terjadi di wilayah Kab. Cirebon, Kini nasib balita sebut saja bunga anak  dari inisial  N bunga merupakan anak yatim. Kini bertambah menderita usai diduga di cabuli oknum yang tidak bertanggaung jawab, bunga (5) tahun korban sempat  mendapatkan ancaman dari pelaku. Jika korban berani buka mulut dan bongkar rahasianya akan di ancam dan akan di sembelih/ di bunuh oleh pelaku tersebut. Selasa (02/06/2020).

Korban yang usianya baru genap lima tahun mengalami luka pada vaginanya Setelah mendapatkan perlakuan bejad dari sang predator pedofilia inisial R asal desa Winong kecamatan Gempol kabupaten Cirebon.

Di duga peristiwa yang menimpah bunga pada saat masih dalam bulan Ramadhan 1441H 2020 namun sayangnya tindakan bejad tersebut baru di ketahui pada tgl 27 mei 2020 setelah korban mengeluh terus menerus sakit pada bagian vaginanya usai pengakuan korban bahwa dirinya telah di cabuli oleh inisial R Dan pihak keluarga  korban langsung melaporkannya ke mapolsek Ciwaringin namun pihak Polsek mengarahkan pelapor agar pelaporan langsung ke PPAI Polresta Cirebon.

Pelaku di bawah ke balai Desa pada hari Jum'at tgl 29 mei 2020 dan korban mengakui atas perbuatannya setelah di desak oleh salah satu warga yang tak mau di sebut namanya. Lantas pelaku sudah di laporkan ke Mapolresta Cirebon. 

Setelah di laporkan pelaku langsung di BAP namun menurut pengakuan mandor Desa (Manto) pelaku usai di BAP oleh kepolisian Mapolresta Cirebon namun pelaku langsung dipulangkan dengan alasan pelaku di duga terjangkit virus Corona. Papar mandor desa ke masyarakat sekaligus.


Ketua ormas BPPKB DPC Cirebon (teguh) di dampingi sekjen BPPKB DPC Cirebon yang akrab di panggil mas Ade menanyakan kenapa pelaku di bebaskan begitu saja kalau memang pelaku di duga positif terinfeksi virus corona kenapa tidak di karantinakan agar terjadi penyebaran ke yang lainnya ini tidak masuk akal menurutnya. 

Jawab mandor desa (Manto) di depan keluarga Korban sekaligus kepada ketua ormas BPPKB jujur saya tidak tau kalau masalah pelaku di bebaskan itu kewenangan kepolisian mas biar lebih jelas coba tanyakan langsung ke Polresta saya sendiri juga bingung kenapa pelaku lepaskan begitu saja. Imbuhnya.

Warga setempat pun merasa geram dan menjadi pertanyaan kenapa sang pelaku cabul justru di di biarkan pulang dengan bebas oleh kepolisian Mapolres kota Cirebon Jujur kami sebagai warga sangat kecewa atas kinerja kepolisian yang di nilai lamban dalam menangani kasus ini. Yang saya takutkan ada korban lainnya karena orang tua tak selalu mengawasi anak-anak secara terus menerus dan pasti ada lengahnya.
Ungkap salah satu warga yang tidak mau disebut namanya.

Ketua perlindungan anak kabupaten Cirebon (Siti nuryanti) pun jenguk korban dan beri semangat sekaligus siap kawal kasus pencabulan di sertai pengancaman. Yang jelas pelaku di minta untuk di hukum yang seberat-beratnya ungkap. Ungkapnya.

Dengan di bebaskannya sang predator pedofilia inisial r justru mengundang pertanyaan bagi pihak keluarga termasuk warga setempat. Apa lagi usai mendengar salah satu kesaksian dari mandor Desa (Manto) bahwa pelaku cabul tersebut alasannya di duga mengalami gejala Covid19. Sehingga kepolisian Mapolresta Cirebon tidak melakukan penahanan terhadap pelaku cabul. Ujar mandor desa (Manto) sembari menirukan salah satu anggota polisi.

Selanjutnya karena pihak korban tidak ada keberanian untuk menggali informasi tentang peristiwa yang menimpa dirinya akhirnya korban meminta bantuan kepada salah satu ormas yakni ormas BPPKB DPC Cirebon.

Dan tanpa mengharapkan apapun Ormas BPPKB beserta anggotanya siap di mintai  bantuan oleh korban dan mengawal perkara sampai tuntas Kepada journal news ketua BPPKB DPC Cirebon (Tubagus Mohamad teguh) menyampaikan bagi masyarakat khususnya wilayah Cirebon saya siap untuk di perbantukan untuk membantu bagi yang membutuhkannya.

Di lanjut dengan kekecewaan keluarga korban terutama Ibu korban, warga Desa Galagamba Kecamaamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon, saat ditemui dikediamanya.


Laporan: Asep Suhendra
×
Berita Terbaru Update