-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kolom Gus Shiva: Melihat Kembali Hati yang Gelap

Monday, 22 June 2020 | 09:53 WIB Last Updated 2020-06-22T02:53:19Z

JOURNALNEWS //- Kita telah sepakat bukan, bahwa hati adalah salah satu organ tubuh yang cukup penting dalam diri kita. Bagaimana tidak? Hati itu bisa menentukan baik buruknya kita, dan hati itu juga sangat menentukan kualitas kehidupan kita, sebagai seorang muslim khususnya.

Hati bisa mengarahkan seseorang untuk melakukan kebaikan ataupun sebaliknya. Oleh karena itu, penjagaan dan perawatan hati perlu dilakukan oleh seorang muslim dalam kesehariannya.

Jika hati kita baik, maka baiklah anggota badan kita yang lain. Dan apabila hati kita rusak, maka rusaklah pula yang lainnya.

Beberapa hal yang menjadi penyebab rusaknya hati, salah satunya adalah karena kita terjerumus dalam maksiat, keharaman dan perkara syubhat (yang masih samar hukumnya).
Berikut ini adalah dari An Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)”

Kemudian, Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nasha'ihul 'Ibad menjelaskan, bahwa terdapat empat penyebab gelapnya hati manusia. Abdullah bin Mas’ud r.a. pernah berkata:

أَرْبَعَةٌ مِنْ ظُلْمَةِ الْقَلْبِ بَطْنٌ شَبْعَانٌ مِنْ غَيْرِ مُبَالَاةٍ وَ صُحْبَةُ الظَّالِمِيْنَ وَ نِسْيَانُ الذُّنُوْبِ الْمَاضِيَةِ وَ طُوْلُ الْأَمَلِ

“Empat yang termasuk penyebab gelapnya hati, yaitu: perut yang terlalu kenyang, berteman dengan orang-orang dzalim, melupakan dosa yang pernah dilakukan, dan panjang angan-angan”

Lalu, Imam Al-Ghazali dalam kitabnya -Ihya Ulumuddin- menerangkan bahwa perut yang terlalu kenyang mengakibatkan penyakit fisik dan penyakit batin. Dikatakan pula bahwa orang yang terbiasa dalam kondisi kenyang akan merasa cukup, kemudian perlahan-lahan akan melupakan Tuhan yang memberi rezeki, dan berpotensi membuat orang tersebut bermalas-malasan untuk beribadah. Dari situlah hati mulai gelap, dan mengira bahwa makanan tersebut merupakan hasil keringatnya sendiri.

Yang selanjutnya, berteman dengan orang-orang dzalim dan melupakan dosa yang pernah dilakukan, adalah juga merupakan sikap seseorang yang tidak lagi memiliki perasaan penyesalan setelah melakukan suatu kesalahan.

Dan hal ini juga merupakan salah satu indikasi dari matinya hati seseorang. Akan lebih baik apabila seseorang itu berhijrah dari kesalahan yang telah dilakukannya, kemudian memilih untuk  tergabung dengan teman yang bisa membimbingnya atau mengajaknya ke jalan yang lebih baik.

Dan yang terakhir pada pembahasan kali ini, adalah panjang angan-angan. Tumpukan harapan dalam angan-angan keduniaan pun juga berpotensi terbentuknya hati yang gelap.
Sebab, jiwa yang terlena oleh angan-angan yang panjang, bisa jadi menyebabkan seseorang tersebut bermalas-malasan dalam ketaatan.

Akhirnya, mari kita bersama-sama berbenah diri. Dan semoga kita selalu berada di Jalan yang semoga Jalan-Nya. Aamiin.

Terimakasih, semoga bermanfaat.
Rembang, 2020.

Oleh Achmad Shiva'ul Haq Asjach. Penggagas Suluk Ndalanan yang beralamatkan di Desa Sidorejo 04/02, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang.
×
Berita Terbaru Update