-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TANGAN DINGIN GUSDUR MENATA PRESIDEN JOKOWI, LUHUT BINSAR PANJAITAN, MAHMUD MD, RIZAL RAMLI & EKO GALGENDU MENGETUK PINTU HATI SERTA BUMIKAN PANCASILA.

Friday, 19 June 2020 | 09:22 WIB Last Updated 2020-06-19T02:23:13Z

JOURNAL NEWS//- Situasi dan kondisi bangsa negara ditengah  ancaman nyawa pandemi covid -19 serta  dampak ambyarnya sandang pangan masyarakat dan berkembangangnya masalah sosial politik.

Tetapi para pemimpin bangsa negara ini masih menyuguhkan Perhiasan Tulisan indahnya Kotak Pandora Pancasila kepada Presiden dan Rakyat.

Alangkah * Pinter Keblinger *
Pandai tapi lupa diri sehinga menjadi rendah dimata rakyat dan negara lain.

Rakyat pada kondisi sekarang  tidak membutuhkan tulisan yang indah mengenai Pancasila

Tapi seperti Pidato Presiden Jokowi :
BUMIKAN PANCASILA adalah =
Lakukan dan Kerjakan apa yang ada pada
sila- sila Pancasila untuk menjadi dasar pondasi pandangan hidup dan perilaku sehari - hari masyarakat Bangsa Indonesia. Terutama para pemimpin bangsa negara Indonesia.

Petani sudah Pancasilais
Buruh di Pasar pasar tradisional sudah Pancasilais.

HARAPAN ANAK BANGSA

Saya tidak ingat tahunnya, apalagi harinya. Pagi hari sekitar jam 07.00 di Rumah  Ciganjur. Sewaktu akan menghadap Gusdur, didepan saya ada seseorang yang tegap, gagah dengan celana training panjang dan berkaos olah raga serta bersepatu kets datang dan berbicara dengan Gusdur  antara 5 - 7 menit .

Kemudian  bergegas menuju mobilnya dan pergi. Beliau bernama Bapak Luhut Binsar Panjaitan.

Kita juga tidah ingat tahunnya, apalagi harinya. Yang saya ingat sewaktu kita menjemput Gusdur di Bandara Adi Sucipto Jogyakarta. Untuk menghadiri  acara Tumpeng Sedekah Bumi di Solo. Sedangkan saat itu sudah ada panitia yang lain dan punya harapan yang sama untuk mengundang Gusdur hadir pada hari dan jam yang sama di Purwokerto.

Kemudian Gusdur mengajak kita untuk berkumpul di Rumah Bapak Mahmud MD yang dekat bandara. Sampai disana yang ada Ibu Mahmud MD,  beliau yang menyiapkan minuman dan makanan kecil.

Setelah berembug * Musyawarah dan Mufakat. Akhirnya diputuskan oleh Gusdur dengan latar belakang  pemahaman filsafat alam yang kuat mengenai matahari yang terbit dari timur kemudian tenggelam ke barat. Maka Gusdur memutuskan ke Solo dulu, dilanjutkan ke Purwokerto.

Saya juga belum kenal Bapak Rizal Ramli.
Tapi kita pernah datang sekali di acara diskusi rutin beliau di Komplek Duta Merlin Jl Gajah Mada Jakarta Pusat.

Kita kebetulan hadir dan duduk satu meja , sewaktu Gusdur berkunjung ke Solo dan bertemu dengan Bapak Jokowi. sewaktu masih menjadi Walikota di Solo.

Saat Gusdur berbicara dengan Pak Jokowi.
Kita pun ikut mendengarkan dan pastinya kunjungan beliau berhubungan dengan kepemimpinan, rakyat, bangsa dan negara. Walaupun kadang dikemas dalam bahasa nasehat dan guyonan.

Tapi tangan dingin Gusdur sejak pertemuan itu . Sudah mulai menata untuk masa depan kepemimpinan politik Bapak Jokowi.

Tangan dingin Gusdur juga menata untuk
Bapal Luhut Binsar Panjaitan, menata untuk Bapak Mahmud MD, menata untuk Bapak Rizal Ramli.

Maka Beliau - beliau juga punya kekuatan energi yang sangat kuat dari kepribadiannya. Sehingga terus mengasah pikir untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Hasil dari mengasah pikir itu menjadikan pemikiran - pemikiran yang tajam.Kalau ibarat sebilah pisau, maka pemikirannya bisa untuk memotong,  mengiris dan  menyayat.

Tetapi sekarang ini bukan saatnya untuk berdebat dengan pemikiran- pemikiran tajam yang  bisa memotong, mengiris, menyayat lawan bicara yang kita butuhkan dulu.

Sekarang ini yang kita butuhkan adalah
TANGAN DINGIN UNTUK MENATA MASA DEPAN BANGSA NEGARA INDONESIA.

Maka saya ingin mencoba untuk =
MENGETUK PINTU HATI BELIAU - BELIAU.

Pintu hati yang didalamnya berisi biji biji kehidupan, kasih sayang, kesabaran dan rasa cinta terhadap sesama anak bangsa  negara.

Sambil menunggu TANGAN DINGIN PRESIDEN JOKOWI  MENATA MASA DEPAN INDONESIA

BERJALANLAH WALAU TIDAK ADA JALAN. KARENA DENGAN  BERJALAN,  ENGKAU SUDAH MEMBUKA JALAN

Amanat Gusdur di PP Tebu ireng.

RahAyu RahAyu RahAyu

Persembahan
Sri Eka Sapta Wijaya GalGendu
Filsafat Spiritual Kepemimpinan
×
Berita Terbaru Update