-->

Notification

×

Gus Menteri Dorong Dana Desa Tersisa Untuk PKTD Kerja Produktif

Thursday, 30 July 2020 | 07:35 WIB Last Updated 2020-07-30T00:35:00Z

SUBANG //-Pengalihan fokus Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dari bangunan fisik menuju kerja produktif diperkirakan kembali menahan kemiskinan, seraya meningkatkan produksi desa dan konsumsi warga.

Potensi PKTD yang besar selama ini telah ditunjukkan dari pendirian bangunan penunjang ekonomi Rp 2,31 triliun, dukungan fisik untuk usaha pertanian dan perkebunan Rp 240,37 miliar, pengelolaan limbah secara produktif Rp 159,81 miliar, wisata Rp 32,95 miliar, dan lain sebagainya.

Saat ini Surat Edaran Menteri Desa PDTT No 15/2020 mengarahkan PKTD sebagai mesin rebound ekonomi desa. Caranya dengan mengalihkan kegiatan dari pendirian bangunan menjadi kerja produktif yang cepat memberikan manfaat, seperti penanaman komoditas pertanian, pemeliharaan perikanan, dan penggemukan peternakan. Juga pemeliharaan aset pergudangan, pengolahan pangan, dan wisata desa. PKTD diarahkan pula untuk memodali Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) agar memberikan talangan modal kepada petani, nelayan, peternak, dan pengusaha mikro di desa.


Hal tersebut disampaikan Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar (Gus Menteri) pada wartawan, Selasa (28/07/2020) siang.

"Kebijakan Kementerian Desa PDTT untuk dana desa yang masih tersisa difokuskan untuk padat karya tunai untuk kepentingan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa maupun langsung kepada warga masyarakat," ucap Gus Menteri.

"Misalnya untuk bidan perikanan dan seterusnya, perawatan, pengolahan dan pergudangan untuk pangan misalnya dengan menampung hasil produksi dari warga masyarakat, disamping kita terus melakukan pemantauan terkait dengan penyaluran bantuan langsung tunai desa  yang per 27 Juli 2020 sudah 96% kabupaten/kota yang telah menyalurkan BLT Dana Desa-nya," urainya.



Laporan : Aahamzah

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update