-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Limbah Gudang Pelita Berbau Bangkai Tetap Cemari Lingkungan, Diduga Tidak Miliki Izin

Jumat, 24 Juli 2020 | 00:02 WIB Last Updated 2020-07-23T17:02:28Z

TANJUNGBALAI - Gudang Pelita yang berada di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, yang membuang limbah ke aliran sungai Tanjung Balai dan mencemari udara ternyata belum mengantongi izin apa pun.

Hal tersebut berdasarkan hasil pengecekan petugas dari  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kota Tanjung Balai dengan beberapa awak media termasuk Journalnews.co.id ke Gudang tersebut Pada Kamis (23/07/2020).

Pantauan Journalnews.co.id saat petugas dari Dinas Perijinan Kota Tanjung Balai mempertanyakan kepada pihak gudang tentang  dokumen izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta dokumen lain nya, pihak Gudang yang bergerak dibidang pengolahan kelapa kopra serta pengolahan ikan busuk (pasifik) tersebut tidak bisa menunjukan kepada petugas Dinas Perizinan satu berkas apa pun.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kota Tanjung Balai Edward saat di Konfirmasi beberapa Wartawan di ruang kerja nya menjelaskan bahwa perusahaan atau gudang pelita tersebut belum mengantongi izin apa pun tentang pengolahan air limbah.

"Setelah petugas saya tadi turun ke lokasi gudang pelita, mereka tidak dapat menunjuk kan dokumen tentang Instalasi pengolahan air limbah nya dan juga rekomendasi dari Dinas Lingkungan hidup tentang kepengurusan izin IPAL mereka juga belum ada kami terima. Maka gudang pelita tersebut kami nyatakan belum mengantongi izin apa pun tentang pengolahan air limbah nya," Ungkap Kepala Dinas Perizinan.

Lanjut kata Edward, "bahwa gudang pelita tersebut sudah berdiri sekitar kurang lebih 30 Tahun , sampai saat ini belum memiliki izin apa pun , maka kita akan segera menindak lanjuti gudang tersebut dengan berkoordinasi dengan Satpol PP dan kita akan turun ke lokasi untuk meninjau kembali," Tutup nya.

Sebagaimana diketahui bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Apabila perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang luka dan/atau bahaya kesehatan manusia, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan denda paling sedikit Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah) dan paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

S.E Sitorus
×
Berita Terbaru Update