-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

LIPI : Butuh Inovasi, Berharap Pengunjung Bisa Adaptasi Kebiasaan Baru

Rabu, 22 Juli 2020 | 16:42 WIB Last Updated 2020-07-22T09:42:51Z

CIANJUR //- Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus geber melakukan terobosan baru, dan berharap pengunjung bisa berinovasi membiasakan diri akan kebersihan di lingkungan sekitar taman wisata.

Pihaknya menyampaikan, bukan hanya sekedar terobosan baru seperti halnya, menyediakan mobil listrik keliling, dan lainnya. Tapi, sesuatu yang baru perlu kerjasama semua pihak, peduli akan kebersihan bisa dilakukan.

Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya, DR. R. Hendrian didamping Humas Kebun Raya Cibodas, Zaenal Arifin mengatakan, sudah banyak inovasi-inovasi baru. Baik sudah tercapai dan akan diprogram nanti, bila berkunjung ke Kebun Raya Bogor inovasi-inovasi itu sudah terlihat.

"Ya, misalnya di Bogor juga menyediakan mobil listrik untuk keliling," katanya, saat dihubungi langsung, Rabu (22/7/2020).

Kemudian, sisi lainnya, pengunjung harapan Kebun Raya, bisa menjadi lebih segar, sejuk dan asri. Sehingga turis (wisatawan) lebih tertarik untuk datang, karena mereka sebetulnya lebih suka daerah yang segar.

"Meskipun harus jalan kaki nggak masalah, kalau sedang berwisata. Mereka lebih memilih tempat wisatanya yang indah pemandangannya," ujar Hendrian.

Lingkungan yang bersih, masih paparnya, udara segar. Dan, bukan hanya Kebun Raya Cibodas saja, tapi ada beberapa taman wisata lainnya seperti Bogor, Bali dan Purwadadi.

Pihaknya menyampaikan, inovasi sudah dilakukan. Seperti saat ini sejumlah kendaraan pengunjung bisa diminimalisir atau dibatasi, terobosan-terobosan ini pembiasaan kedisiplinan. 

"Misalnya kalau adanya kendaraan lebih menumpuk di dalam kebun tidak akan segar, artinya tidak happy wisatawan," terangnya.


Hendrian menyambungkan, apalagi di masa situasi pandemi Covid-19 saat ini, tidak mau beresiko yang pihaknya tanggung. Inovasi lainnya adalah toko atau barang-barang dibutuhkan pengunjung, secara perlahan akan diterapkan. Bagaimana menyediakan foodcourt menampung seluruh kelas (karena kelas pengunjung banyak) rapih, tertib, higenis dan bersih. 

"Sepertinya mudah, tapi susah untuk dilakukan. Dan, itu membutuhkan kebiasaan-kebiasaan baru atau inovasi baru dari pengunjung dan kita semua," harapnya, mengajak untuk menjaga kebersihan.

Terakhir, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya menambahkan, ada serangkaian inovasi-inovasi diterapkan, tapi yang selaras dengan para pengunjung. Yaitu, membutuhkan kebiasaan-kebiasaan baru dari pengunjung.

"Jelasnya, memerlukan kedisiplinan baru dari para pengunjung. Kalau pengunjung tidak memperhatikan kebersihan dan peduli, ya? hal tidak ada gunanya juga," tandas Hendrian, dalam hal ini melakukan kebiasaan-kebiasaan baru.(Myd)
×
Berita Terbaru Update