-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Massa Ormas Islam Pamekasan Tuntut RUU HIP Dicabut

Thursday, 2 July 2020 | 23:37 WIB Last Updated 2020-07-02T16:37:00Z

PAMEKASAN //-Ratusan massa yang tergabung Gerakan Ummat Islam Bersatu yakni FPI, LPI, Hidayatullah, Al-Isryad, SI, Persis, Kokam Muhammadiyah, dan sejumlah ormas lainnya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (02/07/20). Mereka menuntut agar Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dicabut.

Aksi dimulai dari tugu Arek lancor menuju kantor DPRD Pamekasan sembari melantunkan sholawat nabi dan yel-yel penyemangat. Tampak hadir dalam aksi tersebut RKH. Ali Karrar Sinhaji pengasuh pondok pesantren Daruttauhid, Desa Lenteng Kec. Proppo dan RKH. Ali Salim pengasuh pondok pesantren Al-Islah Beringin, Angsanah, Palengaan sebagai komando Aksi, Bahkan ditengah aksi beliau menyanyikan lagu indonesia raya.

Menurut Korlap Aksi, Suherman, pembahasan RUU HIP tidak cukup hanya ditunda. Melainkan harus dicabut dari Prolegnas sebab Pancasila sudah sesuai dengan dasar negara Indonesia dan tidak bisa ditawar dan diubah lagi. Kami tetap menuntut agar RUU HIP tersebut dicabut dan ditolak melalui prolegnas bahkan ditiadakan.

"Cabut RUU HIP yang saat ini sedang ditunda-tunda di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang ada di Jakarta. Kami menuntut bahwa RUU tersebut untuk dicabut dan tolak. Karena Pancasila sudah sesuai dengan dasar Negara Republik Indonesia, dan tidak bisa ditawar lagi, Itu sudah harga mati" tegasnya saat dikonfirmasi wartawan


Massa aksi kemudian ditemui Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan Fathorrahman. Di hadapan massa aksi, Fathorrahman mengaku sependapat bahwa Pancasila sudah tidak bisa diutak-atik lagi.

"Kami sendiri yang akan menyampaikan surat ini kepada DPR RI. Bahwa asas ideologi yang ada di dalam Pancasila tidak harus diubah lagi saudara-saudara. Ini sudah pas semuanya, tinggal kita yang mengelolanya, mau diapakan negeri ini? Maka kami juga berkesimpulan di DPRD Pamekasan, bahwa zaman lah yang mengikuti Pancasila," ujar politikus PPP tersebut.


Laporan : Mir
×
Berita Terbaru Update