-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menuju Ketenangan Dalam Hidup

Monday, 27 July 2020 | 20:36 WIB Last Updated 2020-07-27T13:37:14Z

JOURNAL NEWS //- Mungkin untuk beberapa orang, kehidupan ini terkadang terasa begitu sulit dan menjadi sebuah beban karena beberapa hal. Tidak sedikit pula pasangan suami istri yang sering bertengkar atau berdebat tanpa ujung karena mendapatkan komentar dari orang lain, tentang finansial misalnya, atau tentang rumah yang masih ikut mertua, atau penghasilan yang tidak terlalu banyak, dan seterusnya. Ada juga yang begini salah begitu malah semakin salah, dikatakan menyandang gelar sarjana tapi tak kunjung berkerja, usaha milik sendiri pun tidak ada peningkatan, dan seterusnya.

Berbagai macam komentar maupun omongan-omongan yang semacam tertulis di atas sangatlah mungkin mengganggu kehidupan. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan menjadi tambahan beban pikiran seseorang.

Lantas, bagaimana agar hidup menjadi tenang jika seseorang mengalami hal yang seperti tersebut di atas?

Nah, buat teman-teman, berikut adalah beberapa tips agar hidup ini menjadi tenang, walaupun dalam prakteknya mungkin tidak semudah seperti apa yang penulis tulis. Tips berikut ini berlaku untuk semua orang dan juga semua kalangan. Tidak hanya berlaku bagi pasangan suami istri saja. Sebab, jika dilihat dengan seksama dari segala aspek kehidupan yang tampak “kurang” di luar sana, nampaknya ia berpotensi menjadi sebuah bahan perbincangan ataupun sorotan. Terlihat sepele memang, tapi dampaknya sangatlah luar biasa jika dirasakan oleh mental dan akan memberikan pengaruh terhadap kenyamanan serta perilaku seseorang. Jadi, apa saja tips tersebut? Yuk kita simak penjelasannya di bawah ini.

Yang pertama adalah berdzikir atau mendekatkan diri kepada Allah. Seperti kata-kata yang sering kita semua dengar: bahwa dengan berdzikir atau mendekatkan diri kepada Allah, hidup kita akan terasa tenang.
Berdzikir adalah menyebut nama Allah dengan membaca tasbih (Subhanallah), tahlil (Laa ilaaha illallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu akbar), dan lain sebagainya. Dengan harapan dan do’a agar selamat dunia akhirat, bahagia dunia akhirat dan hidup mendapatkan keberkahan.

Kemudian yang kedua adalah menanggapi dengan baik perkataan orang yang berkomentar. Jangan terlalu perdulikan apa perkataan orang secara berlebihan. Misalnya, dalam sebuah acara ada seseorang yang berkata “Wah baju kamu kok gak begini?” atau “Gaji suami kamu kok sedikit” dan lain sebagainya. Setelah mendengar orang tersebut berkata seperti itu, pikiran kita sudah kemana-mana. Meskipun orang tersebut hanya sekedar basa-basi, akan tetapi pikiran dan perasaan kita sudah kemana-mana dan sampai acara selesai masih terbawa beban. Awas! Hal yang seperti ini sering terjadi. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Yang harus kita lakukan adalah menjawab perkataan di atas dengan jawaban yang se-simple mungkin dan apa adanya. Seperti, “Iya, tidak masalah, aku suka kok dengan baju ini.” atau “Tidak apa-apa gaji suamiku sedikit, memang rejeki yang dikasih sama Tuhan baru segitu.”
Cukup tanggapi dengan baik dan permasalahan akan selesai.

Lalu yang ketiga adalah mempunyai prinsip. Orang lain bisa memberikan tanggapannya sesuka hati mereka. Dan jika kita tidak memiliki prinsip dalam hidup, maka yang terjadi, kita akan terganggu dan menjadi kerepotan sendiri nantinya. Misalnya, ada seseorang mau makan bakso, kemudian ada orang yang berkomentar, “Eh ngapain sih makan bakso? Kenapa tidak nasi goreng saja, ini nasi gorengnya enak lho.” Jika tidak berkehendak untuk makan nasi goreng, maka jawab saja seadanya, “Tidak, saya sedang ingin makan bakso” atau “Saya sukanya bakso.” Jadi, inilah yang dinamakan dengan prinsip. Dengan adanya sebuah prinsip, kita tidak akan terombang-ambing dengan perkataan orang lain terhadap kehidupan kita.

Dan yang keempat menjalani kehidupan dengan mengalir. Kemudian ini adalah salah satu cara/upaya yang dapat membuat diri ini merasa lebih tenang dan bahagia, yaitu dengan cara melibatkan diri seutuhnya dalam aktivitas tertentu tanpa memikirkan berbagai hal secara berlebihan. Jadikan kehidupan ini mengalir, dengan kita menikmati hal-hal yang terjadi secara menyenangkan dan menghadapi sesuatu yang terjadi sesuai dengan kemampuan.

Lalu yang kelima adalah jadilah pribadi yang selalu bersyukur. Sudah tentu, kita akan dapat merasakan ketenangan dalam pikiran dengan cara bersyukur atas apa yang kita miliki. Sebab rasa syukur ini akan mengurangi stres, meningkatkan optimisme, dan kepuasan hidup. Jadi, jangan menunggu sampai kita memiliki banyak hal yang patut disyukuri, baru kita mau untuk bersyukur. Sebab, di dalam hidup ini selalu ada alasan untuk kita selalu bersyukur kepada Allah.

Yang keenam adalah bergabung dengan komunitas (untuk kalian yang cenderung lebih suka berkumpul dengan banyak orang ketimbang sendirian). Hal ini perlu untuk dilakukan apabila kita adalah orang yang cenderung lebih suka berkumpul dengan banyak orang. Sebab, berinteraksi dengan orang lain akan membuat kita merasa lebih tenang dan bahagia.

Dan yang ketujuh menentukan aspek kehidupan yang bermasalah. Jika terdapat hal-hal yang menjadikan kehidupan kita tidak tenang, maka berusahalah mencari tahu apa penyebabnya. Dengan demikian kita bisa membuat rencana bagaimana agar kehidupan ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan kita akan dapat mengatasi kendala dan menjalani hidup dengan tenang.

Dan yang kedelapan berdamai dengan masa lalu. Mungkin diri kita pernah mengalami kejadian yang sampai sekarang masih menjadi beban dalam pikiran kita. Atau kita pernah melakukan suatu kesalahan sehingga merusak karier kita, hingga membuat kita merasa malu dengan keadaan yang sekarang. Maka, berusahalah memaafkan dan menerima masa lalu agar kita bisa mengatasi perasaan yang menghantui kita, adakalanya memaafkan diri sendiri, jika memang diperlukan. Sebab, mungkin pada saat itu, kita belum memiliki pengetahuan yang sejauh ini. Dan bebaskan diri dari kemarahan yang terpendam.

Yang kesembilan adalah bersikap murah hati. Menjadi sukarelawan di panti asuhan, dapur umum, turut serta dalam kegiatan sosial di sebuah organisasi, hingga akhirnya saling tolong-menolong, itu bisa membuat hati kita merasa bahagia dan akan meningkatkan ketenangan dalam hidup.

Dan dari kesembilan tips/cara seperti tertulis di atas, ada aspek yang mempunyai efek besar di dalam menuju ketenangan hidup. Yaitu, kontinu mendekatkan diri kepada Allah, sebagaimana Allah telah memerintahkan manusia untuk selalu beribadah kepada-Nya. Dan perintah ini mengandung maksud bahwa ibadah merupakan sarana bagi manusia untuk dapat dekat dengan Sang Pencipta. Sesungguhnya dekat dengan Allah adalah kunci dari ketentraman, keamanan dan kenyamanan itu sendiri.
“Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi Tenang.” (Q.S. Surat Ar-Ra’du ayat 28)

Ada beberapa golongan yang jauh dari Allah, diantaranya: orang-orang yang keras hati, yaitu orang yang suka berbicara namun jarang berdzikir dan mengingat Allah, orang bakhil atau pelit yang enggan membagi hartanya.

Akhirnya, semoga apa yang telah penulis tulis dapat bermanfaat untuk kita semua. Semoga kita semua dijauhkan dari orang-orang yang jauh dari Allah, dan didekatkan dengan orang-orang yang dekat dengan Allah. Dan semoga kita semua tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang jauh dari-Nya. Aamiin.

Penulis: Arinal Muna, S.Sos
Alamat: Desa Sidorejo 04/02, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang. Jawa Tengah 59261
×
Berita Terbaru Update